Sekolah Mengurus Akta Kelahiran Siswa Kolektif? Ayo Peduli!

Sudah kita ketahui bersama bahwa begitu pentingnya akta kelahiran dimiliki siswa. Akta kelahiran merupakan bukti sah mengenai status dan peristiwa kelahiran yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Manfaatnya antara lain sebagai identitas anak, untuk keperluan pendataan di sekolah, pendaftaran pernikahan di KUA, mendaftar pekerjaan, persyaratan pembuatan paspor, untuk pendaftaran ibadah haji, dan masih banyak lagi.

Nah, sudahkah semua siswa kita memilikinya? Beruntunglah bagi yang sudah. Namun jika ada yang masih belum punya, ini menjadi masalah tersendiri.

Di sekolah, akta kelahiran menjadi dokumen paling kuat sebagai rujukan penulisan identitas siswa, mulai dari entry data di dapodik, ujian nasional, sampai pada hal paling penting: penulisan ijazah!

Kenapa paling kuat? Karena banyak kasus terjadi perbedaan identitas antara yang tertera di akta kelahiran, kartu keluarga, KTP dan buku nikah (identitas orang tua). Jika ada perbedaan dari dokumen-dokumen itu, identitas di akta kelahiranlah yang dipegang.

Sayangnya sekali lagi, banyak orang yang belum mengurus akta kelahiran bahkan sampai anaknya masuk sekolah. Alasannya bermacam-macam, bisa sibuk, tidak mau ribet, ada juga terbebani jarak yang cukup jauh dengan pemerintahan kota/kabupaten. Ada juga karena status si anak yang merupakan hasil pernikahan yang “tidak jelas”. Ini adalah fakta. Jamak terjadi baik di kota, desa, atau pegunungan.

Waktu penerimaan siswa baru (PPDB), pastinya kita meminta orang tua siswa mengumpulkan fotokopi akta kelahiran. Lantas saat ada yang tidak bisa memenuhi karena memang belum punya, apakah kita tolak siswa itu? Tidak.

Sekolah dilarang menolak siswa yang usianya sudah memenuhi untuk bersekolah.

Nah, inilah ruang bagi pihak sekolah untuk menunjukkan kepedulian. Caranya adalah dengan mengurus akta kelahiran siswa secara kolektif. Meskipun ini bukan kewajiban yang dibebankan kepada seorang guru, namun alangkah baiknya jika kita membantu tidak hanya demi tertib administrasi di sekolah, tapi juga demi masa depan si anak kelak.

Untuk panduan mengurus akta kelahiran siswa kolektif, silahkan dibaca 7 langkah pengajuan akta kolektif oleh sekolah.

Ada banyak keuntungan yang didapat jika sekolah mau melakukan ini. Selain administrasi siswa di sekolah yang semakin lengkap, kepercayaan orang tua juga meningkat.

Perlu dicatat, tidak banyak sekolah yang memikirkan gagasan ini. Kebanyakan memilih mengingatkan orang tua secara berulang, terus menerus untuk mengurus akta kelahiran sendiri. Ada beberapa yang sudah menggagasnya, namun urung dilaksanakan karena berbagai alasan.

Keuntungan lain yang didapat, kita bisa memilih siapapun siswa yang akan kita ikutkan dalam suatu perlombaan. Hal ini karena ajang perlombaan siswa baik akademik maupun non akademik hampir semua mempersyaratkan akta kelahiran. Dan amat disayangkan jika siswa kita yang potensial dan berbakat, yang punya kesempatan membuat bangga nama sekolah, justru gagal mengikuti lomba karena masalah administrasi.

Dengan demikian, sudah saatnya sekolah melakukan “jemput bola”, agar kepentingan baik siswa maupun sekolah bisa sama-sama terlaksana.

Artikel Terkait: