Gunakan Metode Mnemonic Untuk Memudahkan Anak Menghafal

Sekolah adalah ruang kebebasan siswa mempelajari berbagai ilmu, karakter, dan keterampilan. Di ruang-ruang kelas mereka menemukan wawasan baru, yang terkelompokkan menjadi 3 ranah: kognitif, afektif dan psikomotor - pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Untuk sikap dan keterampilan, biasanya lebih banyak dipelajari melalui praktek dan pembiasaan. Sedangkan pada kognitif, anak akan berhadapan dengan istilah-istilah baru yang mengharuskannya terus mengingat istilah itu dalam jangka waktu lama.

Tapi tunggu dulu . . .

Ada banyak orang yang mencibir guru-guru yang sering menyuruh siswanya menghafal. Patutkah?

Jika menghafal itu dijadikan rutinitas belajar, maka guru pantas disebut demikian. Sampai sehari-harinya hanya ceramah dan hafalan. Otomatis siswa merasa bosan. Dan kalau sudah muncul rasa jenuh, mau materinya diteruskan seperti apa ya tidak ada yang masuk.

Jadi masalahnya disitu, bukan pada perlu atau tidaknya guru menerapkan teknik menghafal dalam pembelajaran. Kadang-kadang banyak orang (biasanya orang yang menganjurkan pembelajaran aktif-kreatif) menilai kegagalan siswa itu karena guru bisanya hanya menyuruh siswanya menghafal. Padahal tidak demikian.

Coba, pelajaran apa yang tidak mengandung istilah-istilah yang harus diingat siswa? Semua materi pasti ada. Dan menjadi sebuah kesalahan jika guru sudah menguasai berbagai macam model mengajar, tapi masih menyulitkan siswa untuk menghafal materi di dalamnya.

Kembali lagi, menghafal merupakan kemampuan yang wajib dimiliki siswa agar menjadi pribadi pembelajar. Menghafal adalah skill dasar yang menjembatani siswa mudah mengingat istilah-istilah, baik yang masih baru atau yang sudah lama.

Inilah yang akan kita dalami, tentang bagaimana cara mempermudah siswa mengingat istilah yang ada di buku-buku.

Ada 2 hal yang sebenarnya menjadi harapan semua guru maupun orang tua tekait hal ini:
  1. Siswa lebih cepat menghafal.
  2. Mereka tidak merasa dirinya sedang menghafal.

Terlihat seperti 2 hal yang bertolak belakang. Bagaimana mungkin mudah dan cepat menghafal tanpa dirinya sadar telah melakukannya?

Jawabannya sangat mungkin. Dan memang 2 hal itulah yang harus diupayakan, mengingat kegiatan menghafal itu memang pondasi belajar si anak.

Nah, disini kita akan mengupayakan hal itu dengan metode memperpendek istilah yang mana kata-katanya lebih akrab di telinga siswa.

Metode ini dikenal dengan Mnemonic.

Metode mnemonik (baca: ne-mo-nik) akan membuat proses mengingat menjadi lebih mudah.

Kenapa? Karena mnemonic memakai prinsip asosiasi (menghubungkan) antara suatu hal dengan yang lain. Tentu saja tidak serta merta siswa langsung hafal begitu saja, namun butuh sedikit usaha dan diterapkan terus menerus.

Adapun manfaat penggunaan mnemonic adalah sebagai berikut,

1. Memudahkan mengingat

Kita tahu bahwa menghafal merupakan aktivitas yang menjenuhkan. Teknik-teknik mnemonic akan memudahkan siswa dalam mengingat materi pelajaran serta membantunya mengingat informasi lebih cepat dan mempertahankannya lebih lama.

2. Memudahkan belajar.

Jika teknik menghafal sudah dikuasai dengan baik, maka otomatis semangat siswa untuk belajar akan meningkat. Dengan demikian, pelajaran yang tidak membutuhkan hafalan akan lebih mudah dipelajari karena dasar hafalan anak sudah kuat.

Selain itu, mnemonik juga berguna dalam mengoptimalkan waktu belajar dan mencapai tujuan pembelajaran lebih mudah dengan waktu yang lebih cepat..

3. Mendukung suksesnya pembelajaran aktif-kreatif.

Kita tahu apapun model pembelajaran yang dipakai, semua memerlukan skill menghafal yang baik. Dengan teknik menghafal yang cepat dan mudah, maka aktivitas belajar-kreatif akan terbantu.

Baca juga: Tips Ceramah Yang Baik Saat Mengajar

Nah, inilah 6 teknik yang biasa dipakai dalam metode mnemonic untuk mempermudah siswa dalam mengingat dan menghafal:

1. Akronim

Akronim berarti membuat kependekan/singkatan dari suatu kelompok kata (kalimat) menjadi kata baru yang lebih mudah.

Ini contoh penggunaan akronim:
  • Mengambil huruf pertama dari seluruh kata. Seperti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dan lain-lain.
  • Hanya menyertakan suku kata awal agar enak diucapkan. Seperti Jabar, Kaltim, Jabodetabek dan lainnya.
  • Membentuk kata, tapi memerlukan imajinasi. Contoh : Jenis-jenis pengungkit (jika yang di tengah Titik Tumpu, maka itu Tuas Jenis 1. Jika yang ditengah Titik Beban, maka itu Tuas Jenis 2, dan jika yang di tengah Titik Kuasa, maka itu Jenis 3. Semua itu dapat diingat dengan akronim T1B2K3.

Yang menarik, ternyata ada beberapa istilah populer yang mungkin tanpa kita sadari merupakan akronim. Seperti sinetron (sinema elektronik), laser (light amplication by simulated emission of radiation) dan lainnya.

2. Akrostik

Akrostik ialah penggunaan setiap huruf pertama atau suku kata pertama lalu menggabungkannya menjadi suatu kalimat. Akrostik tidak harus selalu menggunakan huruf pertama dan juga tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk sutu kata atau frasa. Akrostik juga menggunakan huruf kunci untuk membuat konsep abstrak menjadi lebih konkrit sehingga lebih mudah diingat.

Contoh pemakaian akrostik adalah warna pelangi MEJIKUHIBINIU (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu).

3. Teknik Loci

Loci merupakan teknik mnemonic yang dilakukan dengan cara mengasosiasikan benda-benda di lokasi yang anda kenal dengan hal-hal yang ingin anda ingat.
Contoh :
Untuk memicu ingatan anak agar mudah mengingat urut-urutan alat pencernaan manusia mulai awal sampai akhir, kita bisa mengasosiasikan ruangan kelas. Apa saja yang terjadi di mulut kita asosiasikan dengan memasuki ruang kelas 1, di kerongkongan kita asosiasikan masuk ruang kelas 2, di lambung kita asosiasikan ruang kelas 3, dan seterusnya sampai terakhir di anus kita asosiasikan masuk ruang kelas 6.

Meski tampak sulit diterapkan anak usia tingkat dasar, tapi sebenarnya bisa. Asalkan benda yang diasosiasikan tidak jauh dari kesehariannya. Namun demikian, teknik loci lebih mudah diterapkan pada orang mempunyai kekuatan imajinasi yang kuat untuk menggambarkan segala sesuatu yang ingin diingatnya.

Semakin unik imajinasinya, semakin mudah untuk mengingatnya.

4. Chunking (pemotongan)

Teknik chunking sangat tepat digunakan untuk mengingat angka/bilangan. Jangankan siswa, orang dewasapun kesulitan mengingat angka yang jumlahnya banyak, seperti nomor telepon. Ini wajar, karena memori otak manusia memiliki kapasitas yang begitu terbatas. Nah disinilah perlunya dilakukan pemotongan terhadap deretan angka-angka itu.

Jadi prinsipnya adalah, daripada menghafal deretan angka yang begitu banyak, lebih baik memotong angka-angka itu menjadi beberapa bagian.

Contohnya untuk menghafal angka 085655746808, lebih mudah bila dipotong menjadi 085-655-74-68-08.

5. Rima dan Lagu

Coba saya tebak, lebih mudah mana saya dan anda waktu disuruh menghafal rumus/teori dengan menghafal lagu yang sekarang lagi populer? Kemungkinan besar yang menghafal lagu.

Kadang-kadang kita juga suka geleng-geleng melihat anak yang diminta mengingat pelajaran sulitnya minta ampun, begitu menyanyikan lagu begitu lancarnya. Itu karena ada nada dari apa yang ia hafal.

Rima dan lagu merupakan salah satu teknik mnemonik yang sangat baik digunakan. Warna nada dan lagu akan membantu memaksimalkan proses ingatan, dan masuk ke dalam memori audio seseorang.

Misalnya untuk menghafal nama-nama hari atau alfabet, biasa menggunakan lagu “Twinkle,Twinkle, Little Star.” Selain itu kita juga bisa mengubah isi materi yang kita ajar menjadi bait-bait yang dinyanyikan dengan nada lagu tertentu.

Ini salah satu contoh materi tentang menaati peraturan sekolah (menggunakan nada lagu Sebatang Pohon).
Aku belajar sehari-hari
Di ..... yang kusayangi
Peraturan di sekolah ini
Aku turuti, aku patuhi

Bertemu guru langsung menyapa
Ucapkan salam mencium tangan
Sayang kepada semua teman
Berbuat terpuji kita amalkan

6. Sistem kata penanda

Sistem kata penanda berarti dengan mengaitkan atau menghubungkan satu kata dengan kata lain melalui sebuah aksi atau gambaran menggunakan objek nyata. Sistem kata penanda sangat baik utnuk membantu mengingat rumus-rumus matematika, fisika, atau kimia. Bahkan jika kata penanda itu dibuat unik, meski kurang nyambung, justru akan lebih mempermudah proses mengingat dan menahannya dalam waktu lama.

Untuk contohnya kita menggunakan cara menghafal unsur periodik kimia dari RumusHitung.com berikut ini.
Golongan IA >> H-Li-Na-K-Rb-Cs-Fr

HaLiNa Kawin Rabu Cs Frustasi
Hiii LiNaKo Raib Calonsuaminya Frustasi

Golongan II A .>> Be–Mg–Ca–Sr–Ba–Ra

Beli Mangga Campur Sirup Banyak Rasa
Bebek Mangan Cacing Seret Banget Rasane
Beli Mangga Cari Sirsak Bawa Rambutan

Bagaimana, tertarik mencobanya? Atau anda sudah menerapkan beberapa diantaranya?
Semoga sedikit pemaparan tentang metode mnemonic ini bermanfaat untuk anda. Silahkan anda terus mengembangkan metode ini di kelas anda. Karena sudah banyak yang membuktikan metode mnemonic sangat membantu anak dalam menghafal, khususnya pada materi-materi yang didominasi istilah-istilah sulit..

Artikel Terkait: