Inilah Penyebab Sekolah Swasta Makin Maju dan Banyak Diminati

Beberapa dekade yang lalu, sekolah negeri adalah tujuan utama orang tua menyekolahkan anaknya. Status negeri dinilai lebih bergengsi dibanding sekolah swasta, sekaligus membawa kebanggaan tersendiri. Status negeri adalah jaminan sekolah yang berkualitas dan bermasa depan cerah.

Ada banyak faktor penyebabnya, seperti guru pengajar yang lebih profesional, pembiayaan yang kuat, dan manajemen sekolah yang sudah tertata. Kita bisa lihat banyak event siswa seperti lomba akademik hanya boleh diikuti siswa dari sekolah negeri. Bukan berarti mengabaikan sekolah swasta, hanya kualitasnya belum diakui.

Efek lanjutnya, para calon guru lebih bercita-cita mengajar di sekolah negeri ketimbang swasta. Hampir tidak ada mahasiswa pendidikan yang bercita-cita mengajar di sekolah swasta. Selain karir lebih jelas, jumlah murid juga lebih terjamin. Tidak terlalu pusing promosi sekolah waktu musim penerimaan siswa baru. Tinggal menunggu, siswa akan berbondong-bondong meminta formulir pendaftaran.

Tapi sekarang sudah tidak seperti itu lagi…

Minat masyarakat sekarang sudah mulai bergeser. Dalam menyekolahkan anaknya, orang tua tidak lagi peduli dengan status negeri atau swastanya.

Minimal kita lihat di sekitar kita. Lebih banyak mana, sekolah negeri atau swasta yang dimerger? Pasti yang negeri. Jarang terdengar sekolah swasta yang sampai dimerger. Itu sudah menunjukkan betapa sekolah swasta telah mampu menjawab keraguan masyarakat akan kemampuannya.

Mari kita lihat data-data berikut ini:

1. Jumlah lembaga sekolah swasta meningkat lebih pesat dari tahun ke tahun

Di bawah ini adalah data banyaknya sekolah negeri dibanding sekolah swasta tahun 2016.


Dan ini data untuk tahun sebelumnya (2015):


Itu artinya, selama satu tahun:
  • Jumlah sekolah negeri bertambah sebanyak 642 lembaga. Khusus SD dan SMK Negeri mengalami penurunan.
  • Jumlah sekolah swasta bertambah 6.370 lembaga. Dan semua jenjang mengalami peningkatan.

Dan kalau kita melihat pada tahun-tahun sebelumnya, trendnya juga sama seperti itu.

2. Jumlah siswa baru di sekolah swasta mengalami peningkatan, untuk sekolah negeri sebaliknya.

Masih dari sumber yang sama, berikut datanya.
• Jumlah siswa baru sekolah negeri tahun 2016 adalah 35.660.684 (berkurang 1,02% dari tahun sebelumnya).
• Siswa baru sekolah swasta tahun 2016 sebanyak 2.763.132 (meningkat 0,8% dari tahun sebelumnya)

Meski angkanya tidak signifikan, kedua hal di atas menjadi bukti bahwa keberadaan sekolah swasta kini mulai diperhatikan dan mendapat tempat di hati masyarakat. Dan perlu diperhatikan, peningkatan kecil ini terus terjadi dari tahun ke tahun.

Status negeri atau swasta tidak lagi jadi patokan. Bahkan tidak terlalu dipedulikan. 

Logikanya begini. Jika waktu belajar anak dalam sehari itu sama, sementara sekolah satu memberikan keterampilan khusus dan satunya tidak, kenapa tidak pilih yang memberi keterampilan khusus. Jika ijazahnya nanti sama-sama bisa dipakai untuk melanjutkan ke sekolah manapun, sementara yang satu concern membina salah satu olahraga unggulan dan satunya tidak, kenapa tidak pilih yang memberi lebih.

Jadi, apa kuncinya?

Benar. Kualitas!

Bukan negeri atau swastanya, tapi kualitas lembaganya. Kualitas menunjuk pada seberapa baiknya pembelajaran mampu dilaksanakan, baik akademik maupun non akademik. Apalagi jika ditunjang semakin banyak program tambahan yang ditawarkan, maka sekolah akan menyandang status “berkualitas”.

Sederhananya begitu.

Sekarang, masyarakat tidak berpikir dua kali saat melihat sekolah yang memiliki banyak program keterampilan dan keahlian. Mereka pasti langsung berpikir: ini sekolah hebat, ini sekolah impian untuk anak saya!

Dan untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah seperti itu, biaya bukan lagi kendala. Banyak orang tua rela membayar mahal asalkan anaknya diberikan pelayanan bermutu, serta keterampilan-keterampilan tambahan yang berguna. Mungkin ini terdengar kurang indah kalau bicara pendidikan gratis. Tapi faktanya seperti itu. Semua sadar bahwa menjadi lebih baik harus ditunjang sarana prasarana yang baik. Jer basuki mawa bea.

Nah, sebenarnya tulisan ini tidak ingin membanding-bandingkan kedua sekolah ini (negeri dan swasta), karena keduanya punya misi sama yakni mendidik dan mencerdaskan seluruh anak Indonesia. Keduanyapun kini sama-sama punya SDM yang kuat, punya finansial yang cukup.

Hanya kita perlu tahu data di atas menunjukkan bahwa jumlah lembaga baru dan siswa sekolah swasta meningkat lebih pesat dibanding sekolah negeri, maka harus diakui untuk saat ini sekolah swasta lebih terdepan dalam hal peningkatan kualitas sekolahnya. Itulah faktor utama yang menyebabkan sekolah swasta lebih mudah maju dan semakin banyak diminati.

Harapannya, semua sekolah bisa terus berbenah dan meningkatkan kualitas baik pembelajaran maupun program-program unggulannya, agar semakin menarik di hati masyarakat.

Artikel Terkait: