Yuk Ajari Siswa Mencontek Yang Aman dan Halal

Jelang ujian sekolah, semua guru pasti sibuk menyiapkan siswa khususnya kelas akhir menuju sukses ujian sekolah/nasional. Berbagai upaya dilakukan agar siswa-siswinya berhasil memperoleh nilai memuaskan.

Diantaranya tambahan jam pelajaran, bimbingan belajar, try out, doa bersama, dan sebagainya.

Terkadang, aktivitas padat itu membuat mereka semakin terbebani dengan kecemasan atau kelelahan. Akhirnya mereka memilih jalan pintas: mencontek.

Maklum, tiap siswa pasti punya satu atau lebih mata pelajaran yang dianggapnya sangat sulit. Kebanyakan itu ada pada bidang yang menuntut banyak hafalan, seperti rumus-rumus matematika. Sehingga dengan terpaksa mereka harus mencontek untuk mencapai nilai yang sudah ditetapkan.

Inilah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri siapapun. Baik itu mencontek di buku catatan maupun mencontek pekerjaan teman. Ini dilakukan pada waktu ulangan harian sampai ujian nasional sekalipun.

Tentu pada masing-masing siswa kasusnya berbeda-beda. Namun secara keseluruhan, mencontek itu terbukti membantu dan memudahkan siswa dalam ujian.

Oleh sebab itu, perlu diberdayakan kemampuan siswa dalam mencontek dengan cara yang halal agar hasilnya lebih maksimal.

Kita tahu bahwa saat mencontek,sebenarnya ada satu pembelajaran yang tumbuh secara alami dalam diri siswa dan itu perlu dikembangkan. Saat menyiapkan contekan, mereka tidak menyalin semua materi atau rumus tapi meringkas materi atau menyederhanakan rumus dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah mereka ingat.

Mereka bersusah payah membuat catatan kecil yang sangat ringkas, namun lengkap. Ini sudah merupakan keterampilan.

Misalnya pada pelajaran matematika, mereka secara mandiri mengembangkan kemampuan cara-cara menuangkan rumus menjadi kalimat yang ringkas dan mudah dipahami. Atau lebih dikenal dengan menghafal dengan metode mnemonic.

Seperti untuk rumus panjang garis garis singgung persekutuan dalam maupun panjang garis singgung persekutuan luar, yang rumusnya cukup rumit, cukup disingkat dengan kata “BAGIAN DALAM BERTAMBAH, BAGIAN LUAR BERKURANG”.

Dengan melatih siswa mampu menyederhanakan materi atau rumus, maka beban untuk menghafal materi atau rumus tersebut menjadi berkurang. Dengan semakin sederhana materi atau rumus tersebut, contekan yang harus dipersiapkan juga semakin sedikit sehingga akan lebih mudah menggunakannya.

Nah, dengan modal kemampuan seperti itu, guru tinggal mengarahkan siswa mencontek yang halal. Bagaimana caranya?

Mencontek yang halal sebenarnya adalah cara mengelola daya ingat siswa agar lebih maksimal saat ujian. Dan yang penting, dengan cara ini contekan yang dibuat siswa sangat aman dan tidak menyebabkan ia dikeluarkan dari ruang ujian. Mencontek dengan cara ini juga halal karena berdasarkan kejujuran.

Inilah langkah-langkah mencontek yang aman dan halal yang dimaksud:

  1. Jauh hari sebelum ulangan/ujian, siswa menyiapkan contekan berupa ringkasan materi. Buatlah seringkas mungkin namun lengkap.
  2. Siswa dibiasakan menghafal materi/rumus itu, membawa terus contekan selama persiapan ujian sampai menjelang masuk ruang ujian. Selalu ingatkan untuk terus kroscek contekan itu bila ada yang lupa.
  3. Saat masuk ruang ujian, tinggalkan contekan di luar ruangan tapi jangan hilang fokus. Tetap konsentrasi pada hafalan isi contekan sampai naskah soal mulai dibagikan.
  4. Saat naskah mulai dibagikan dan dipersilahkan mulai mengerjakan soal, jangan terburu-buru membuka soal itu, tapi segera salin isi contekan yang masih diingat dan tulis di kertas buram yang disediakan.
  5. Jika semua materi yang diingat sudah disalin, barulah siswa boleh merefresh otaknya dan mencurahkan semua kemampuan untuk mengerjakan soal. Jika pada soal-soal tertentu ada materi atau rumus yang perlu digunakan, mereka tinggal mencontek salinan yang sudah dibuat.
  6. Materi/rumus yang disalin sebenarnya tidak harus semua, melainkan cukup yang paling sulit dan rumit bagi siswa, sehingga dikhawatirkan akan lupa saat mulai mengerjakan soal.
  7. Penting diingatkan kepada para siswa untuk memperhitungkan lamanya  menyalin isi contekan, agar tidak membuang waktu cukup banyak saat mengerjakan soal.

Itulah langkah-langkah mencontek yang aman dan halal. Dengan cara ini, mudah-mudahan siswa tak lagi terbebani dengan materi yang seabrek berikut rumus-rumus yang menguras otak untuk menghafalnya.

Dan tips ini hanya bisa diterapkan untuk ulangan/ujian model naskah atau lembaran, bukan ujian berbasis komputer dimana waktu menjawab tiap-tiap soal sudah ditentukan. Jika ujian dilakukan seperti ini, tidak ada pilihan lain selain siswa harus selesai menghafal materi/rumus itu sebelum masuk ruang ujian.

Mudah-mudahan bermanfaat...

Artikel Terkait: