Mengenali Bahasa Tubuh Siswa Kalau Jatuh Cinta

Pernah melihat siswa mengutarakan cinta pada temannya? Atau jangan-jangan anda korban atau pelaku nembak teman sekelas dulu?

Sebenarnya penting tak penting juga membahas soal ini. Soalnya tak ada kaitan sama sekali dengan pembelajaran. Penting kalau anda begitu peduli sama siswa, sehingga sampai hal detil seperti inipun ingin anda ketahui. Gak penting kalau anda menganggap ini urusan pribadi mereka, tak perlu intervensi guru.

Namun lupakan penting atau tidaknya. Saya akan tetap menulis tema ini. Tentang karakter siswa yang sedang menyukai teman lawan jenisnya. Untuk anda tipe guru yang super peduli sama siswa, dan sering menjadi tumpuan curhat siswa-siswi anda, bahasan seperti ini tepat anda kuasai.

Anda yang mengajar di SMA pasti paham, usia anak didik anda adalah puncak kejayaan anak sekolah. Kata orang, inilah saat terindah masa sekolah. Karena salah satunya ada unsur percintaan yang penuh rasa bahagia, sedih, bangga, sakit, dan sebagainya.

Itulah intinya, bahwa siswa yang mulai diliputi rasa cinta berpengaruh secara langsung pada psikisnya. Dan apa akibat yang bisa dilihat? Prestasi! Bagus kalau si anak mampu memanage perasaan itu dengan baik, kalau tidak maka penyandang siswa teladan sekalipun akan berubah jadi pecundang. Sudah banyak contoh anak-anak bernasib sial seperti itu.

Masih ragu kalau guru harus menguasai skill ini?

Cobalah sekali-kali searching berapa persen siswa Indonesia yang gagal mengolah naluri mudanya ini dengan baik. Berapa persen yang tak lagi perawan, berapa banyak yang sudah ini itu. Saya tak mau menyebutnya. Malu.

. . . maka guru wajib tahu ciri-ciri anak yang mulai jatuh cinta.

Inilah Bahasa Tubuh Siswa Ketika Jatuh Cinta


Untuk mengenal siswa yang sedang dilanda asmara, kita tidak bisa mengandalkan pengakuan langsung si anak. Namun semua itu terjawab dari bahasa tubuh yang ia tunjukkan.

1. Kontak Mata

Di awal-awal ketertarikan siswa pada temannya, seorang siswa akan sedikit malu atau bahkan sangat malu untuk sekedar kontak mata secara langsung dengan siswa yang disukainya.

Perhatikan, begitu tatapan mata beradu, ia akan membuang muka dan menunduk sebentar. Barulah saat ia merasa nyaman dan yakin tatapannya akan lebih fokus dan lebih dalam.

2. Gerakan Tangan

Cermati adakah gerakan “tak perlu” yang ia tunjukkan saat berkomunikasi dengan teman lawan jenisnya. Seperti merapikan rambut atau memainkan ujung rambut dengan tatapan fokus, itu menjadi tanda ia sedang tertarik.

Bahkan gerakan seperti meletakkan bibir di mulut lebih kuat menunjukkan siswa terpukau dengan lawan bicaranya. Ini juga dilakukan diam-diam tanpa disadari sembari memperhatikan siswa yang disukainya.

3. Sikap Tubuh

Lihatlah juga bagaimana sikap tubuh yang ditunjukkan saat berbicara dengan lawan jenisnya. Ada ahli yang menuturkan gerakan memiringkan kepala ke satu sisi diiringi nada suara yang lembut merupakan satu tanda. Termasuk mengikuti gerakan tubuh yang dilakukan lawan bicara adalah indikasi kuat siswa sudah tertarik.

Maka kita bisa memahami bahwa ia sedang ingin terlihat sempurna dan tidak ingin dinilai jelek. Meskipun terkadang hal ini mengakibatkannya salah tingkah.

4. Ekspresi Wajah

Siswa yang tertarik dengan salah satu temannya cenderung menujukkan raut wajah yang berseri-seri sewaktu diajak bicara. Sering tertawa dan tersenyum, bahkan untuk obrolan yang tak lucu sama sekali.

Pokoknya ia terlihat ceria kalau sedang ngobrol bersama. Ditambah alis terangkat, ada rona merah di bagian pipi, adalah indikasi kuat kalau ia sedang tertarik.

5. Memperhatikan Secara Diam-diam

Seorang siswa pasti tertarik dengan siswa lain kalau kedapatan sering menatapnya, baik secara langsung maupun diam-diam melihatnya sekilas.

Indikasinya semakin kuat kalau ia segera membuang tatapan itu secara cepat ketika si target membalas tatapannya.

6. Memberi Perhatian Secara Khusus

Yang ini tidak perlu lagi skill khusus untuk mengartikannya. Siswa yang tertarik pada siswa lain akan menunjukkan perasaan suka dengan memberi perhatian khusus seperti menanyakan hal-hal kecil tentang si target, atau memberi barang-barang tertentu. Semakin intens perhatian itu diberikan, indikasi siswa itu tertarik makin kuat.

. . .
Nah, itulah bahasa tubuh siswa yang menunjukkan kalau ia sedang memendam perasaan suka pada temannya. Sekali lagi tulisan ini tidak memaparkan strategi apa yang tepat menghadapi siswa-siswa seperti ini. Perlu eksplore lebih jauh karena pada tiap siswa penanganannya juga berbeda.

Mudah-mudahan bermanfaat . . .

Artikel Terkait: