10 Tips Pidato Yang Memukau Tanpa Persiapan

Ada beberapa pilihan cara untuk berpidato. Ada yang membaca naskah, menghafal naskah, atau menggunakan kerangka pidato. Ada pula yang tanpa persiapan sama sekali.

Yang mana biasanya anda lakukan?

Semua cara itu boleh dilakukan. Tapi yang terbaik menurut saya adalah memakai kerangka pidato. Sebab disamping kita sudah melakukan persiapan, dalam praktiknya kita bebas mengembangkannya semau kita.

Mengapa memilih membaca naskah?

Yang ini bisa anda pilih jika anda merasa belum terbiasa. Sehingga takut tidak lancar dan kehilangan ide sewaktu berbicara. Atau bisa juga menyampaikan pidato orang lain, dalam hal ini anda hanya mewakili. Jadi daripada isinya melenceng, lebih baik membacakan naskah itu secara utuh.

Lalu yang menghafal naskah? Jika memilih yang ini, anda harus benar-benar hafal teks yang anda buat. Jangan setengah hafal, atau asal hafal. Karena kalau sampai lupa dengan teksnya, pasti pidato anda ada jeda untuk mengingat. Makin lama makin gugup. Kalimat-kalimat anda berikutnya pasti lebih kacau.

Kedua cara di atas (membaca dan menghafal naskah) sebenarnya perlu diindari. Sebab itu bertentangan dengan kebiasaan kita setiap hari. Kita berkomunikasi dengan keluarga, rekan kerja, teman tanpa buat kerangka dulu. Semuanya mengalir begitu saja mengikuti pikiran. Dan lawan bicara anda bisa menerimanya.

Tapi jika anda merasa benar-benar belum siap dan diharuskan tampil, bolehlah memakai cara di atas. Berpidato memang perlu jam terbang. Terutama mental berbicara di depan banyak orang. Jadi bagi anda yang masih pemula, disarankan membaca saja dengan catatan harus lancar dan tidak kaku.

Nah, tips-tips berikut ini lebih dikhususkan bagi anda yang mau berpidato tapi tidak sempat melakukan persiapan. Jika anda terbiasa melakukannya, mungkin mudah. Namun yang belum terbiasa bahkan baru pertama kali, rasa grogi pasti muncul. Bingung memikirkan apa yang mau diomongkan.

Sebab Tidak Ada Persiapan

Umumnya kalau diharuskan berpidato pada acara-acara penting, pasti kita menyiapkan terlebih dulu. Apalagi yang mendengar pidato kita nanti puluhan bahkan ratusan orang. Entah dengan baca-baca, menulis kerangka pidato, atau mempelajari karakter pendengar.

Namun adakalanya kita tidak sempat melakukan itu. Ada 2 keadaan yang jadi penyebabnya:

1. Sibuk, sedang fokus pada hal lain
Saat diminta berpidato pada acara tertentu, anda sedang sibuk-sibuknya mengurus kerjaan. Sehingga meski waktu pelaksanaan berjarak beberapa hari, tetap tidak bisa anda gunakan untuk sekedar memikirkan materi apa yang akan anda sampaikan.

Tenang saja. Bukan berarti anda harus membatalkan penampilan anda. Belum tentu juga pembuat acara siap dengan pembatalan dari anda. Masih ada trik yang bisa digunakan untuk memaksimalkan pembiacaran meski tanpa persiapan.

2. Mendadak
Pernahkah anda mendatangi suatu acara, tiba-tiba diminta langsung untuk menyampaikan sambutan atau sejenisnya? Banyak kejadian seperti ini. Entah panitia yang kurang persiapan, atau memang ada hal di luar rencana. Intinya, anda dipercaya menyampaikan pidato saat itu juga.

Siapapun pasti kaget dengan keadaan ini. Bahkan orator handal sekalipun. Karena tidak terpikir sedari awal akan berbicara di podium menghadapi banyak orang.

Biarpun terkejut, anda perlu menarik nafas sebentar untuk kemudian mengatakan, “Baiklah”. Kepercayaan sudah datang pada anda. Mereka melihat anda orang yang paling tepat.

Selain 2 alasan di atas, mungkin ada alasan lain juga. Disini kita tidak fokus pada alasan-alasan itu. Yang kita fokuskan adalah bagaimana cara anda menghadapi situasi seperti itu.

Tips-tips berikut ini berjumlah 10 yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu pra pidato dan pada saat pidato. Pra pidato berarti apa saja yang perlu anda lakukan sebelum anda naik ke atas panggung. Dan tips saat pidato, berarti topik apa yang bisa anda bicarakan di atas panggung nantinya.

Tips Pra Pidato

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan mental, tidak takut salah. Jangankan tanpa persiapan, menyiapkan naskah berhari-hari saja kalau sebelum tampil sudah gugup dan grogi duluan, persiapannya bisa sia-sia. Justru yang punya mental bagus, meski tanpa persiapan cenderung lebih sukses dibanding yang menyiapkan berbulan-bulan tapi mendadak gugup sebelum tampil.

Kalau mental sudah tertata, silahkan cermati tips berikut ini.

1. Sesuaikan penampilan anda
Jenis pakaian harus disesuaikan dengan acara, tempat, dan audiens. Sesuaikan pakaian anda seperti audiens pada umumnya. Ini akan membuat mereka tidak melihat anda sebagai figur yang asing. Hati-hati, tatapan mata aneh dari audiens bisa membuat  anda yang tanpa persiapan ini menjadi semakin gugup.

2. Enjoy your stand
Begitu tiba saatnya anda tampil, jangan langsung bicara. Berdiri tegak beberapa saat. Cara berdiri yang benar jangan bertumpu pada sebelah kaki. Bertumpulan pada kedua kaki. Ini akan membuat anda rileks untuk mempersiapkan bicara.

3. Pandangi audiens dengan tepat
Kesempatan diam sebentar itu manfaatkan juga untuk memandang seluruh audiens. Sapu semua yang hadir, jangan hanya kelompok tertentu. Kalau merasa terbebani, arahkan pandangan ke kening audiens. Dengan hanya pandangan mata dan sedikit senyum, anda sudah memulai komunikasi yang baik. Audiens merasa dihormati sehingga akan balik menghormati anda.

4. Pegang microfon dengan nyaman
Adakalanya anda mendapatkan microfon yang sudah ada standarnya. Anda tidak perlu memegangnya, kecuali jika posisinya belum tepat. Genggam kepalan jari tangan anda dengan tangan yang lain, sambil terus menggerakkannya. Ini juga membantu menghilangkan grogi saat berada di atas panggung.

Bisa juga anda mendapatkan microfon yang tidak ada standarnya. Temukan posisi yang paling rileks dalam diri anda, sebab kalau sampai tangan anda gemetar memegang mcirofon itu, kepercayaan diri anda bisa berangsur-angsur sirna.

5. Sesuaikan gerakan anggota tubuh
Selama berpidato nanti, tangan sebaiknya memang digerak-gerakkan. Tapi bukan berarti anda perlu menyiapkannya karena akan terlihat dibuat-buat. Biarkan gerakan itu murni dari dorongan ungkapan perasaan sewaktu anda berbicara nantinya.

Nah itu tadi tips untuk menghadapi detik-detik anda tampil di atas panggung. Sekarang kita lanjutkan apa saja yang bisa anda sampaikan pada pidato anda kalau sebelumnya anda benar-benar tidak melakukan persiapan.

Tips Pada Saat Pidato

Apapun acara yang anda datangi pasti punya tema. Tema itulah yang seyogyanya anda singgung atau ulas dalam pidato anda. Sayangnya anda melewatkan hal penting, yakni tidak mempelajari dan menyiapkan sama sekali. Lalu apa yang anda sampaikan?

1. Memperkenalkan Diri
Hal paling mudah dalam membuka pidato adalah membuka diri anda pada audiens. Ingat-ingat lagi perjalanan hidup anda, terutama yang berhubungan dengan tema acara. Tentu tidak perlu persiapan untuk hal ini. Tinggal anda rangkai cerita tentang diri anda yang dirasa perlu.

Mungkin anda merasa belum punya apa-apa untuk diceritakan. Tapi percayalah, anda yang didaulat berada di depan orang banyak menandakan ada satu atau beberapa hal yang perlu anda bagi untuk menginspirasi audiens anda.

2. Menceritakan Salah Satu Audiens
Anda punya kenalan satu atau beberapa orang yang duduk di bangku audiens? Bagus. Ceritakan bagaimana keakraban anda. Kalau itu kawan lama anda, jangan ragu menceritakan masa lalu dengan kawan anda itu.

Audiens lainnya akan mengikuti arah bicara anda. Kontak batin yang anda bangun dengan satu teman anda akan dirasakan pula oleh seisi forum. Mereka percaya anda tidak berpidato untuk diri sendiri, namun mampu menjalin komunikasi dengan pendengar.

3. Menceritakan Pengalaman
Pengalaman bisa dipakai untuk berpidato. Tidak sembarang pengalaman, usahakan yang menyentuh tema acara. Seperti apakah anda pernah ikut acara yang sama tahun lalu saat anda masih menjadi peserta, atau kejadian-kejadian unik dan lucu yang anda alami.

Bercerita pengalaman itu tidak harus asli apa adanya. Bisa ditambah atau dikurang, bahkan bisa juga diubah sesuai kebutuhan agar menjadi lebih menarik bagi audiens. Nah, seharusnya anda tidak kesulitan menggali pengalaman anda, karena yang paling tahu adalah anda, orang lain hanya mengiyakan.

Dan satu lagi, penelitian menunjukkan sebagian besar orang tertarik dengan kisah pengalaman oranng lain. Apalagi jika pengalaman itu langka dan unik.

4. Menanyakan dan Menjawab
Lebih tepatnya mengajak audiens terlibat dalam pidato anda. Sesekali anda juga bisa meminta salah satu naik ke atas panggung untuk sekedar bertanya jawab hal-hal ringan.

Namun perlu ingat, hindari menebar humor kalau anda tidak sangat yakin akan membuat audiens tertawa. Ingat, anda sebenarnya kurang siap dengan pidato ini. jadi kalau auidens menangkap humor yang garing, mereka akan melihat pribadi anda hanya cengengesan dan tidak serius.

5. Memberikan Gambaran Umum
Nah inilah satu-satunya waktu anda harus menyinggung tema acara. Sampaikan persoalan umum saja yang berhubungan dengan tema. Imbuhi juga dengan masalah-masalah khusus kalau anda mampu mengingat dari televise, baca berita, dan sebagainya.

Meski tanpa persiapan sama sekali, tidak mungkin anda blank atau kosong sama sekali dengan tema itu. Kalau demikian, berarti pembuat acara salah memilih anda.

Itulah ulasan singkat mengenai cara yang bisa anda lakukan untuk berpidato yang tanpa persiapan sebelumnya. Meski yang terbaik tentu saja anda mempersiapkan diri sebelumnya, minimal membuat coretan peta konsep.  Tapi kalau benar-benar anda tidak punya waktu, sedikit tips di atas mudah-mudahan bisa membantu untuk tidak segera membatalkan kepercayaan yang telah diberikan pada anda.

Selamat mencoba, mudah –mudahan bermanfaat. . .

Artikel Terkait: