Model Kancing Gemerincing : Yuk Paksa Anggota Kelompok untuk Aktif

Salah satu masalah terbesar saat anda menerapkan pembelajaran kelompok adalah hanya beberapa siswa saja yang aktif. Baik itu berbicara maupun bekerja. Pada saat yang sama, beberapa siswa lain memilih diam, hanya menggantungkan pada temannya.

Masih bisa dibilang wajar kalau itu hanya terjadi pada satu dua kali pembelajaran. Jadi memang ada anak yang kurang tertarik pada mata pelajaran tertentu, sehingga memilih diam dan pasif. Namun kalau dalam setiap kerja kelompok selalu saja yang aktif hanya itu-itu saja, berarti perlu segera dicarikan solusi.

Sebenarnya ada banyak trik yang bisa digunakan. Anda mungkin juga pernah melakukannya. Diantaranya adalah yang kita kupas kali ini, yaitu cara Kancing Gemerincing.

Apa itu?

Ini adalah sebuah penciptaan suasana pembelajaran kooperatif yang menggunakan media kancing (atau bisa diganti juga dengan media serupa lain). Intinya dengan model belajar ini, setiap anggota kelompok mendapatkan kesempatan (baca: diharuskan) memberi kontribusi bagi kelompok mereka dengan mendengarkan sambil memberikan pandangan dan pemikiran kepada anggota yang lain.

Dengan pembelajaran ini pula, tidak ada lagi anggota yang pasif dan pasrah pada temannya. Tidak ada juga anggota yang dominan dan banyak bicara. Semua punya kesempatan berbicara sama. Tanggung jawab juga dibagi merata.

Model pembelajaran ini menjamin setiap anggota kelompok mendapat kesempatan untuk terlibat dan berperan serta.

Langkah-langkah Pembelajaran Kancing Gemerincing


Tidak sulit menerapkan pembelajaran ini. Poin utamanya ada pada kancing yang dijadikan media pemerataan kesempatan berbicara. Untuk lebih jelasnya, inilah langkah-langkahnya:
  1. Siapkan satu kotak kecil berisi kancing-kancing (kancing hanya sebagai contoh, bisa diganti dengan benda menarik lain seperti stik es krim, potongan sedotan warna-warni, biji kenari dan lain-lain).
  2. Sebelum kerja kelompok dimulai, setiap siswa diberikan kancing. Banyaknya kancing disesuaikan dengan materi, jika materinya banyak maka kancingnya bisa banyak. Silahkan disesuaikan.
  3. Setiap kali menyampaikan ide/pendapat, siswa menyerahkan satu buah kancing dan meletakkan di tengah-tengah meja.
  4. Kalau kancingnya habis, artinya kesempatan ia berpendapat juga habis. Giliran teman lain untuk menghabiskan kancingnya dengan menyampaikan gagasan. Sampai semua rekannya juga menghabiskan kancing.
  5. Jika kancing sudah habis, sedangkan pembahasan belum habis, siswa bisa membagi lagi kancing itu dan mengulangi prosedur yang sama seperti di atas.

Melihat cara kerjanya yang simpel, model pembelajaran ini sangat bagus jika disisipkan pada model lain lebih kompleks, seperti Jigsaw, Kontekstual, atau lainnya. Sebab Kancing Gemerincing lebih pada bagaimana membuat semua siswa berperan serta dalam kerja kelompok, bukan mempermudah penyerapan materi.

(dikembangkan dari buku Anita Lie berjudul Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative di Ruang-Ruang Kelas, Jakarta: Grasindo)

Artikel Terkait: