Peluang Usaha Sampingan Guru dengan Modal Kecil dan Minim Pesaing

Satu hal yang menyesakkan ketika mendengar banyak guru sibuk mencari usaha sampingan di luar jam mengajar di sekolah. Terutama peluang usaha dengan modal kecil dan minim pesaing. Padahal kalau boleh jujur, pekerjaan guru tak berhenti saat jam bel pulang sekolah. Masih ada ulangan siswa yang belum dikoreksi, atau mengerjakan administrasi untuk esok, atau membimbing ekstrakurikuler (jika ada).

Tapi apa boleh buat, imbalan yang tak sebanding dengan pikiran, tenaga dan waktu yang dikeluarkan, memaksa guru harus pintar-pintar cari uang tambahan. Terlebih guru honorer, sudah jadi rahasia umum bahwa gaji yang diterima tidak cukup bahkan sekedar ganti uang bensin. Tak jarang

Jadi, tidak ada pilihan lain selain membuat usaha mandiri untuk menambal kebutuhan hidup sehari-hari.

Kabar baiknya, jadwal guru itu jelas. Kalaupun harus pulang di luar jam biasa, mungkin sekali dua kali. Tapi secara umum, sudah bisa diperkirakan berapa jam dihabiskan untuk ngajar, dan berapa sisanya. Artinya anda bisa merencanakan berapa waktu yang dimanfaatkan untuk mengelola usaha sampingan.

Ngomingin usaha sampingan, sebenarnya ragam dan jenisnya sangat banyak. Lihatlah sekeliling anda, tetangga atau saudara yang kerja wiraswasta. Mampukah anda menghitung jenis usaha itu? Tidak, saking banyaknya. Mulai dari tambal ban, pijat refleksi, ternak ayam, toko kelontong, dan sebagainya.

Sayangnya, banyaknya pilihan itu terkadang membuat kita makin bingung. Mana yang bisa cocok saya pilih, mana yang menjanjikan untung, dan sebagainya. Banyak sekali penyebab kita takut memulai, seperti modal besar, tidak menguasai skillnya, wajib full time kerjanya, dan lain lagi.

Nah untuk itu, disini saya akan akan memberitahu peluang usaha yang kiranya cocok untuk anda para guru. Baik guru PNS maupun honorer. Agar lebih mudah memilih dan memutuskan, disini akan dibedakan antara usaha sampingan guru yang sudah umum dengan jenis usaha yang masih minim peminat/pesaing.

Ragam Usaha Sampingan Guru yang Sudah Umum


Berikut ini ada 6 jenis usaha yang jamak dipilih para guru untuk mencari tambahan uang.  Pekerjaan ini tampaknya sudah melekat dan menjadi andalan sebagian besar guru.

Meski sudah familiar, jenis-jenis usaha berikut tetap bisa jadi pilihan. Dibalik tingginya persaingan, maka ada banyak sumber informasi (rekan seprofesi) yang bisa membantu mengatasi kesulitan saat memulai usaha. Tantangannya, butuh kreativitas dan inovasi untuk menarik minat calon konsumen.

1. Les Privat



Memberi les privat untuk anak sekitar rumah adalah pekerjaan paling konvensional untuk guru. Tak jarang, orang tua lah yang meminta guru untuk memberi les pada anak-anak mereka, kalau di lingkungannya belum ada.

Untuk menjadi tutor privat, anda bisa memilih apakah membuka di rumah, mendatangi rumah anak, atau bergabung dengan lembaga bimbingan belajar. Jika punya kendala masalah ruang/tempat, jangan ragu untuk mendaftar di lembaga bimbel sebab waktu pekerjaan ini dilakukan di luar jam sekolah, sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama.

2. Gerai tagihan dan pulsa

Persaingan tinggi nan ekstrim bakal dihadapi siapapun yang ingin memulai bisnis ini. Namun faktanya selalu muncul orang-orang baru yang mulai menggeluti dunia ini. Kenapa? Karena pulsa dan tagihan macam listrik, air, BPJS adalah kebutuhan primer saat ini.

Usaha ini masih menjanjikan, meski saat ini sudah banyak kemudahan untuk bayar tagihan atau beli pulsa. Bahkan hanya dengan sekali klik. Tapi dengan modal kepercayaan anda terhadap rekan guru lainnya, membuat mereka lebih pilih membeli di anda ketimbang lewat situs pembayaran online.

3. Kursus bahasa/komputer

Kalau dulu, usaha ini lebih banyak digeluti guru pengampu mapel bahasa dan TIK. Sekarang tidak. Kemajuan pesat teknologi menawarkan kemudahan untuk menguasai skill bahasa asing maupun multimedia. Banyak yang belajar otodidak berhasil melewati mereka yang cuma modal kuliah.

Nah, entah sebagai guru kelas, guru seni tari, olahraga, atau guru lainnya berpeluang sukses dengan membuka kursus bahasa. Untuk itu, anda perlu merenungkan bahasa asing yang paling anda minati. Lalu meningkatkan skill tersebut dengan youtube atau situs belajar bahasa asing.

4. Jualan produk online

Ibu-ibu guru, terutama guru baru tidak asing dengan usaha ini. Produk yang dijual bisa buatan sendiri, atau menjualkan barang milik orang lain. Ada banyak platform toko online, seperi blog/website, akun facebook, fanspage, instagram, atau akun di situs kenamaan seperti tokopedia, shopee dll. Agar hasil penjualan lebih optimal, seringlah browsing tentang cara mengoptimalkan bisnis online.

5. Penulis buku



Bagi guru, menulis buku tidak hanya menguntungkan dari segi komersil, tapi juga menunjang karir. Saat ini menulis buku menjadi syarat untuk kenaikan pangkat. Sayangnya, masih marak buku hasil “jahitan”. Buku yang tersebar bukan karya sendiri, melainkan jasa dari pihak tertentu.

Bagi anda yang punya hobi menulis, menulis minimal satu buku tentu target yang harus dicapai. Kalau tidak diterima penerbit mayor, lewat self publishing juga tak kalah menjanjikan. Yang penting target promosinya jelas. Tak perlu muluk-muluk bersaing di toko buku besar, cukup pasarkan di lingkungan internal sekolah atau kecamatan dulu.

6. Pertanian dan peternakan

Kalau tinggal di desa, hampir semua guru punya sawah atau lahan untuk dijadikan tempat usaha. Entah digarap sendiri atau diburuhkan ke orang lain. Faktanya, hasil dari pertanian atau merawat hewan ternak jadi sumber utama penghasilan, bukan dari honor mengajar.

Jika anda ingin memulai usaha ini, tidak susah mencari orang yang mau memberi solusi. Tinggal kapan mau mulai. Memang jika tidak punya lahan sendiri, maka modalnya tentu lebih banyak. Solusinya adalah menyewa lahan atau bekerja paruh waktu di ladang milik orang lain.

Bagaimana? Sudah ada gambaran jenis usaha yang cocok? Jika belum, yuk simak usaha lainnya yang belum banyak diketahui guru dan modal yang diperlukan juga relatif sedikit.

Ragam Usaha Sampingan Guru dengan Modal Kecil dan Minim Pesaing


Salah satu opsi untuk menciptakan lapangan kerja sendiri yang irit modal adalah usaha berbasis online. Nah kabar bagus buat para guru yang aktif di media sosial, atau setidaknya kerap bersinggungan dengan IT untuk mengerjakan administrasi. Itulah modal awal untuk mulai mengembangkan usaha-usaha berikut ini.

1. Bimbel Online



Sebuah inovasi yang kini mulai banyak muncul adalah bimbel online. Anda tidak perlu lagi menyiapkan ruang kelas dan tatap muka langsung, cukup membuat komunitas online untuk memberi bimbingan. Jadi modal bisa dibilang nol, hanya butuh tersedia jaringan internet. Modal akan anda perlukan untuk pengembangan, semisal membuat brosur promosi, door to door, dan lainnya.

Bagaimana persaingannya? Kalau anda berselancar di internet, mungkin anda akan bergidik melihat begitu banyaknya situs-situs bimbel online. Bukan itu targetnya. Cukup lingkup lokal saja. Seperti anak-anak di desa anda, atau satu kompleks perumahan. Lingkup yang kecil ini seperti ini masih minim pesaing.

2. Content Writer

Yang ini sebenarnya sama dengan menjadi penulis. Namun fokusnya bukan menulis buku atau artikel di media massa, tapi menjual tulisan lewat situs online! Apakah bisa?

Semakin bergantungnya masyarakat pada informasi secara online, membuat situs-situs besar selalu membutuhkan artikel-artikel fresh untuk menunjang update artikel mereka. Ada yang mematok harga berdasarkan jumlah kata, ada pula yang menerapkan sistem kontrak. Namun syaratnya, mereka harus tahu dulu track record anda, bagaimana kualitas tulisan anda. Jika berminat, anda juga harus memastikan pihak yang anda ajak kerjasama benar-benar terpecaya.

3. Jualan foto



Daripada cuma majang foto di facebook dan instagram, mending belajar fotografi yang serius, lalu dijual ke beberapa situs online. Diantaranya ShutterStock.com yang akan memberikan anda komisi 20-30%, lalu Istockphoto.com dengan komisi 15% per foto. Ada lagi StockFresh.com, Fotolia.com, dan lain-lain.

Modal utama yang diperlukan adalah kamera resolusi tinggi agar kualitas foto anda bagus, dan tentu saja tersedianya jaringat internet.

4. Software developer/aplikasi pendidikan

Aplikasi/software pendidikan kini menjadi kebutuhan guru seiring dengan tuntutan pelaporan maupun administrasi yang wajib berbasis komputer. Ini peluang yang tidak bisa dilewatkan.

Kendalanya adalah banyak aplikasi pendidikan saat ini yang sudah dibagikan secara gratis. Mulai dari aplikasi penilaian, absensi, atau perangkat pembelajaran. Jangan salah, sebenarnya itu tidak murni gratis. Mereka punya iklan sebagai sumber penghasilan. Bagaimana dengan anda? Anda bisa gunakan teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Jika hasil modifikasi anda berbuah aplikasi yang lebih lengkap dan lebih mudah dipakai, sangat mungkin hasil jerih payah anda berbuah penghasilan.

5. Nitip jualan di koperasi sekolah

Mungkin anda bertanya, kok bisa jualan di kopsis termasuk usaha kecil dan minim pesaing. Begini, pada umumnya koperasi sekolah itu jenis usaha yang dikelola secara mandiri oleh sekolah, tanpa melibatkan pihak lain. Nah, upayakan agar seluruh barang yang dijual berasal dari unsur sekolah, seperti guru dan tendik. Dengan demikian, siapapun yang mau bisa menitipkan makanan atau barang ingin dijual untuk menambah pemasukan harian.

Kuncinya adalah terbuka, baik kepada sesama guru maupun orang tua. Terbuka mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai keuntungan yang didapat. Jangan sampai usaha ini malah menimbulkan masalah di kemudian hari.

Nah, sudahkah anda putuskan usaha apa yang ingin anda coba? Jika masih belum, jangan khawatir, masih ada kok peluang usaha sampingan lain yang patut anda pertimbangkan, seperti driver ojek online, menjahit, makelar properti. Jenis-jenis usaha ini tidak saya masukkan karena tidak berhubungan langsung dengan dunia guru.

Demikianlah artikel mengeni peluang usaha sampingan untuk guru dengan modal kecil dan minim pesaing. Mudah-mudahan bisa membantu mengatasi persoalan para guru yang ingin mendapat tambahan penghasilan di luar profesi mengajar. Jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan-rekan kita seprofesi, siapa tahu mereka lebih membutuhkan.

Artikel Terkait: