Berapa Jumlah Anggota Kelompok Paling Efektif? Inilah Kelebihan dan Kekurangannya

Dalam mengajar, tentu anda tak asing dengan metode diskusi. Metode diskusi biasanya dikemas dalam berbagai tipe pembelajaran kooperatif, seperti jigsaw, cooperative review, kancing gemerincing, dan lain-lain.

Nah salah satu skill yang harus dikuasai kalau menggunakan metode diskusi adalah pengelompokan siswa. Adapun tujuan membagi siswa ke dalam kelompok sangatlah banyak, diantaranya siswa bisa saling bertukar pikiran dan terhindar rasa bosan akibat terlalu seringnya ceramah dari guru.

Lalu, berapa jumlah anggota dari tiap-tiap kelompok paling ideal?

Biasanya guru mempertimbangkan beberapa faktor seperti jumlah siswa di kelas, materi yang dibahas, atau alat peraga yang tersedia. Namun, ternyata jumlah anggota tiap kelompok memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini juga patut dipertimbangkan saat anda ingin membagi siswa ke dalam kelompok belajar.

Kelompok Berpasangan (2 anggota)

Kelebihan:
  1. Meningkatkan partisipasi siswa. Dengan hanya ada dua anggota, siswa akan dituntut bekerjasama lebih maksimal memenuhi target yang ditentukan guru.
  2. Tiap anggota punya lebih banyak kesempatan memberi kontribusi untuk kelompok.
  3. Proses pembagian kelompok lebih cepat dan mudah. Guru bisa memasangkan siswa berdasarkan nomor urut absen atau rangking di kelas.
  4. Tepat untuk materi sederhana (tidak memerlukan penalaran lebih dalam).

Kekurangan:
  1. Kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih banyak. Guru harus pintar-pintar memonitor masing-masing kelompok.
  2. Jika muncul selisih pendapat pada satu kelompok, tidak ada yang berperan menengahi permasalahan.
  3. Hanya ada dua anggota berakibat sedikitnya ide yang muncul.
  4. Hasil pekerjaan siswa yang dikumpulkan ke guru menjadi lebih banyak.

Kelompok Bertiga (3 anggota)

Kelebihan:
  1. Ada satu siswa yang berperan sebagai penengah bila timbul perbedaan pendapat.
  2. Interaksi antar siswa lebih mudah.
  3. Proses pembentukan kelompoknya masih relatif mudah.
  4. Ada kesempatan untuk tiap siswa berkontribusi terhadap  kelompoknya.

Kekurangan:
  • Jumlah kelompok masih cukup banyak, sehingga guru harus pintar membagi waktu memberi pendampingan kelompok secara bergantian.
  • Lembar tugas yang dikumpulkan ke guru cukup banyak, berakibat banyak pula feedback yang harus diberikan guru.
  • Kuantitas ide yang muncul masih relatif sedikit.

Kelompok Berempat (4 anggota)

Kelebihan:
  • Monitoring guru ke kelompok-kelompok lebih mudah.
  • Ide yang muncul lebih variatif, siswa berkesempatan memberikan masukan secara bergantian.
  • Bisa dipakai untuk materi-materi yang butuh penalaran tingkat tinggi.
  • Tiap kelompok masih bisa dipecah menjadi berpasang-pasangan, biasanya untuk membahas dua subtema yang berbeda.

Kekurangan:
  • Jumlah anggota genap, sulit untuk melakukan pengambilan suara.
  • Jumlahnya yang cukup banyak membuat beberapa siswa yang kurang antusias memilih tidak melibatkan diri.
  • Perlu sosialisasi yang baik sebelum dilakukan diskusi.
  • Perlu waktu lebih banyak dalam pembagian kelompok.

Kelompok Berlima (5 anggota)

Kelebihan:
  • Kelompok dengan lima anggota sangat baik untuk proses pengambilan suara.
  • Ide atau masukan yang muncul sangat bervariasi.
  • Seluruh materi atau tugas dalam semua tingkatan bisa diterapkan, karena banyak sumberdaya yang ikut membantu memecahkan materi.
  • Guru mudah memonitor kelompok.

Kekurangan:
  • Fokus siswa terhadap tugas sangat kurang, banyak yang akhirnya memilih bergantung kepada teman yang lebih pintar.
  • Kemampuan siswa dalam keleompok berlima heterogen, berpotensi memunculkan selisih pemikiran.
  • Memudahkan siswa melepaskan diri untuk tidak terlibat pada kegiatan kelompok.

Itulah jumlah pembagian kelompok yang paling umum dipilih guru, yaitu berpasangan, tiga, empat, dan lima anggota. Mungkin ada juga lainnya seperti membagi isi kelas menjadi dua kelompok untuk menunjang model pembelajaran tertentu.

Semua itu tentu punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tinggal bagaimana pintar-pintarnya guru menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, sarana yang dimiliki kelas, tujuan yang akan dicapai, juga karakteristik materi yang sedang dipelajari.

Artikel Terkait: