Cara Maksimalkan Fungsi Papan Tulis di Kelas

Papan tulis adalah media pembelajaran paling tua yang dipakai guru mengajar. Hampir tidak ada ruang kelas yang tidak memasang papan tulis di bagian paling depan.

Lalu kenapa media konvensional ini layak kita ulas?

Alasannya karena terlalu seringnya memakai media ini, banyak guru yang luput mempelajari bagaimana menggunakannya secara lebih efektif, termasuk merawat papan tulis dengan benar. Padahal pemanfaatan yang baik bisa mengoptimalkan materi pembelajaran.

Nah sebagai guru, kurang lengkap rasanya kalau tidak pernah membicarakan media satu ini. Jangan hanya melulu soal media-media terbaru, yang penggunaannya sekali dua kali. Papan tulis tetap menjadi media pembelajaran abadi yang dapat dimanfaatkan untuk semua materi ajar, tanpa kecuali.

Tentang papan tulis


Lazimnya papan tulis itu dibuat dari kayu yang dicat hitam atau warna lain. Penggunaan warna selain hitam dimaksudkan untuk menambah efektivitas dan mengurangi lelah mata. Papan yang dicat ini biasa disebut papan kapur. Kenapa disebut begitu? Karena alat bantu tulisnya menggunakan kapur.

Seperti umumnya media pembelajaran, papan tulis juga mengalami perkembangan. Papan kapur perlahan digantikan dengan papan putih. Papan putih ini biasa disebut dengan papan spidol. Guru yang alergi dengan debu atau tidak suka dengan dengan kapur karena mengotori pakaian sangat cocok memakai jenis papan spidol ini.

Dua media ini (papan kapur dan papan spidol) merupakan media pembelajaran seringkali keefektifan pemanfaatannya diabaikan oleh para guru. Padahal media ini bisa menjadi perangkat pembelajaran yang efektif.

Cara menggunakan media papan tulis


Papan tulis sebagai media pendukung pembelajaran akan lebih terasa manfaatnya kalau digunakan dengan cara yang benar. Dengan cara ini, kita akan lebih dimudahkan dalam penyampaian materi pembelajaran di kelas.

Berikut ini cara menggunakan media papan tulis secara efektif.
  1. Gunakan warna yang berbeda untuk penekanan (hal yang penting), tetapi jangan sampai berlebihan menggunakannya. Dua atau tiga warna yang berbeda sudah cukup.
  2. Hindari berpikir terlalu lama saat mau menulis. Kalau perlu buatlah kerangkan tulisan sebelum pelajaran dimulai. Menuliskan materi yang terlalu lama di papan tulis bisa menyebabkan kegaduhan.
  3. Saat memberikan penjelasan, perhatian kontak mata harus tertuju kepada siswa. Jangan sampai ketika memberi penjelasan guru menghadap ke papan.
  4. Pegang kapur dan spidol pada sebuah sudut sehingga tidak membuat goresan atau suara mendesis karena tekanan. Semakin lama akan mengganggu suasana belajar.
  5. Bergerak secara pindah-pindah agar tidak menutupi tulisan di papan. Ambil  juga posisi menyamping agar siswa bisa melihat tulisan saat anda menulis.

Cara merawat papan tulis


Sebuah papan tulis akan bisa dipakai lebih awet bertahun-tahun jika dirawat denga benar. Berikut ini tips untuk merawat papan tulis.
  1. Setelah selesai penggunaan, hapus secara keseluruhan pada bagian papan. Jangan biarkan coretan tertinggal. Makin lama bekas tulisan, makin sulit menghapusnya.
  2. Gunakan penghapus yang lembut atau tidak kasar. Sesekali gunakan kain basah yang lembut untuk menghapus lebih bersih. Jika masih kurang bersih, bisa digunakan campuran detergen dan segera usapkan dengan cepat menggunakan kain basah yang lembut.
  3. Hindari memakai spidol permanen. Meski tetap bisa dihapus, spidol jenis ini bisa merusak permukaan papan. Pilih spidol boardmarker.
  4. Tutuplah spidol bila sudah selesai digunakan. Simpan spidol pada posisi horizontal.

Selain yang tertulis di atas, ada baiknya kita menjaga kelembapan ruang kelas karena juga berpengaruh terhadap kualitas papan. Tutup jendela kelas setiap selesai kegiatan belajar. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan papan tulis cepat memuai.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat . . .

Artikel Terkait: