Cara Mengambil/Copas Gambar dari Internet dan Lolos Plagiat

Artikel ini saya tulis bermula saat saya mencari informasi di google tentang cara mengcopy gambar yang aman dari plagiat. Jujur, saya penasaran dengan trik yang mampu meloloskan gambar hasil copas bisa terbebas dari dugaan plagiasi.

Ternyata, ekspektasi saya jauh di luar dugaan. Artikel yang menjelaskan topik ini sangat minim. Atau mungkin saya salah mengetikkan kata kunci? Yang jelas kebanyakan yang muncul hanya membahas cara copy artikel agar terhindar dari dugaan plagiat, bukan gambar. Kalau seperti ini anda pasti banyak yang sudah tahu.

. . .intinya, itulah awal mula saya menulis post ini.

Anda pasti tahu, gambar/image sangat penting perannya dalam menunjang konten artikel.  Baik itu konten cetak (offline) maupun konten di dunia maya (online). Artikel tanpa gambar, terasa hambar dan membuat pembaca mudah capek dan bosan membaca tulisan anda.

Atas dasar kebutuhan itu, banyak yang kemudian memilih jalan pintas. Mereka mengcopy gambar secara serampangan. Mereka anggap gambar yang beredar di internet itu bebas hak cipta.

Tidak! Gambar juga punya hak cipta seperti halnya artikel. Kalau anda asal comot tanpa izin dan tidak menyertakan link sumber, pemilik gambar berhak menuntut anda dengan dugaan plagiasi. Mencuri karya orang lain dan diakui sebagai milik sendiri.

Akibat tidak mengenakkan itu jangan sampai kita alami. Untuk itu, perlu trik agar gambar yang kita pajang tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
1. Buka Google, tulis keyword yang anda inginkan.
2. Pindahkan ke menu “Images” atau “Gambar”.
3. Muncul banyak gambar yang anda butuhkan. Silahkan “dipilih-dipilih” dulu.
4. Klik kanan pada gambar yang anda jadikan target. Jangan langsung “Save Images as”, tapi “Open Link in New Tab” dulu, agar tampil ukuran gambar yang sebenarnya.
5. Nah sekarang sudah bisa anda simpan dan siap untuk dipakai.

Kurang lebih seperti itu teknik menyalin gambar yang salah dan serampangan seperti disinggung tadi. Biasanya itu dilakukan orang yang belum tahu, atau cuma untuk koleksi pribadi yang tidak dipublikasikan ulang.

Kenapa banyak gambar copas yang aman-aman saja?


Satu-satunya alasan kenapa gambar copas itu aman dari jeratan plagiasi adalah tulisan itu tidak populer sama sekali. Karena jarang yang baca, otomatis tidak ada yang menuntut. Siapa juga yang peduli dengan artikel yang tidak ada pembacanya.

Sebaliknya, jika tulisan itu booming bahkan sampai ke telinga si pemilik asli gambar, logis apa tidak kalau ia diam saja. Tidak. Pasti dia akan menuntut, minimal mengkonfirmasi.

Nah dengan logika ini, silahkan mengambil gambar seenaknya jika anda memang merencanakan artikel yang tidak populer. Kalau sewaktu-waktu banyak yang menyukai tulisan anda, siap-siap saja menerima komplain dari orang yang curiga akan originalitas gambar anda.

Teknik Menyalin Gambar yang Aman dan Lolos Plagiat


Ngomongin soal etika literasi, sebenarnya satu-satunya jalur aman memajang gambar/foto yang kita akui atas nama kita ya harus milik kita sendiri. Kita yang jepret sendiri, kita yang screenshoot sendiri. Intinya foto/gambar itu benar-benar fresh belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Masalahnya, tidak semua topik artikel yang kita tulis kita punya persediaan gambar sendiri. Benar kan? Contoh studi kasusnya begini.

Kita ingin menulis ulang (rewrite) artikel tentang travelling. Kita menembak Pulau Raja Ampat, misalnya. Kita kumpulkan artikel dari sumber terpercaya tentang Pantai Raja Ampat, lalu kita tulis ulang memakai bahasa kita sendiri. Apakah itu plagiat? Tidak sama sekali!. Masalahnya, kita sendiri belum pernah kesana sehingga tidak punya foto sendiri. Apa yang kita lakukan?

Pilihannya sama-sama sulit. Yang pertama mencomot foto orang lain tentang Pulau Raja Ampat, yang jelas-jelas rawan plagiat. Dan kedua tidak menyertakan gambar yang pasti membuat pembaca anda mengernyitkan dahi.

Itulah salah satu contoh bahwa semua penulis pasti pernah kebingungan nihilnya stok gambar terkait artikel yang mereka tulis. Untuk itu, solusinya ya mencopy gambar yang berkeliaran di internet. Tapi bukan asal ambil. Harus pakai cara agar terhindar dari plagiasi.

1. Mengambil gambar dengan status “Free for Commersial use”

Jangan salah, banyak lho yang mengunggah gambar di internet dengan status bebas digunakan ulang. Artinya kita berhak mengambilnya secara gratis untuk dipakai sendiri tanpa menyebutkan sumbernya. Cara mencari foto ini mudah,

Pertama, pilih menu “Gambar/Images” di google. Pilih "Alat", lalu pada menu Hak Penggunaan, ada 5 kategori, pilih yang "Dilabeli untuk digunakan ulang".


Selain cara di atas, kita juga bisa langsung menuju situs yang menyediakan foto-foto gratis. Situs dimaksud antara lain:

Kelemahan:
  • Sulit mencari gambar yang benar-benar relevan dengan isi artikel, sebab gambarnya bersifat umum.
  • Lebih banyak berasal dari situs luar, sehingga gambarnyapun kurang cocok untuk artikel berbahasa Indonesia.

2. Mencantumkan link sumber

Cara kedua agar gambar aman dari plagiasi adalah mencantumkan link sumber. Ini bisa anda lakukan jika tidak menemukan gambar gratis yang benar-benar cocok sebagaimana point nomor 1.

Umumnya cara ini dilakukan saat anda ingin menulis artikel berjenis news/berita. Dimana bukan hanya konten berita yang anda tulis ulang, melainkan gambarnya juga karena tidak mungkin anda memfoto sendiri karena bukan wartawan.

Ada 2 pilihan yang bisa anda tempuh. Pertama meletakkan sumbernya pada gambar secara langsung (edit gambar). Kedua, menaruh link aktif langsung menuju sumbernya. Cara kedua lebih aman dan benar-benar recommended untuk menghindarkan kita dari dugaan plagiasi.

Kelemahan:

  • Kurang menarik di mata pembaca, sebab sebaik apapun tulisan kita tetap nampak tidak original karena gambar bukan milik sendiri.

3. Edit gambar total

Langkah terakhir jika tidak mau memakai dua cara di atas, anda tetap bisa mengambil gambar apapun sesuka hati lalu mengedit penuh gambar tersebut. Tantangannya, anda harus mampu membuat gambar terlihat seolah-olah berbeda dengan gambar yang asli.

Kenapa saya katakan “seolah-olah”? Karena sebaik apapun trik editing gambar, sumber asalnya tetap milik orang lain. Jadi ini hanya upaya agar pemilik tidak mengenali gambarnya yang asli.

Beberapa cara ini bisa dilakukan untuk mengedit gambar adalah menggabungkan beberapa teknik berikut:
  • Rezise (mengubah ukuran)
  • Crop (memotong sebagian gambar)
  • Contrast (mengubah kecerahan gambar)
  • Menggabungkan 2 gambar atau lebih
  • Mengubah gambar berwarna menjadi sketsa pensil hitam putih
  • dll.

Kelemahan:
  • Perlu skill editing yang bagus untuk menghasilkan gambar yang terlihat “baru”.

Demikianlah ulasan saya mengenai cara mengambil/copy paste gambar dari internet sekaligus lolos dari laporan plagiasi. Mungkin tulisan ini terlihat remeh bagi anda yang sudah expert, namun sekali lagi motivasi saya menulis ini (sebagaimana saya sebutkan di paragraf pembuka) adalah karena melihat minimnya artikel yang membahasnya. Sehingga saya bagikan saja teknik yang saya tahu dan biasa saya lakukan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda . . .

Artikel Terkait: