Model Pembelajaran Team Assisted Instruction (TAI)

Adakalanya dikala kegiatan belajar-mengajar, guru dan siswa sama-sama jenuh dengan pembelajaran. Mungkin karena cara yang dipakai itu-itu saja, sehingga siswa mudah bosan dengan materi yang dipelajari. Jika mengalami kondisi seperti itu, solusinya adalah menerapkan teknik/model pembelajaran yang lain dari biasanya.

Salah satu model pembelajaran yang bisa jadi pilihan adalah Team Accelerated Instruction atau biasa disingkat TAI. Model pembelajaran satu ini merupakan siklus belajar kelompok-individu-kelompok. Pada awalnya model TAI dipakai khusus untuk mata pelajaran matematika untuk SD kelas atas. Tapi dalam perkembangannya bisa diterapkan untuk semua mapel dan semua jenjang.

Untuk lebih jelasnya, silahkan cermati langkah pembelajarannya berikut. Tidak banyak, hanya 4 tahapan dalam model TAI.

Tahap 1: pembagian kelompok

Sebagaimana lazimnya pembelajaran kooperatif, membagi kelas ke dalam kelompok kecil adalah menu wajib. Usahakan anggota 4 siswa, atau sesuaikan dengan jumlah siswa anda.

Tahap 2: pemberian tugas

Nah disinilah inti pembelajaran TAI dimulai. Siswa diberikan soal berjumlah 4 atau 8 item yang dikerjakan tiap siswa secara bergantian. Usahakan jumlah soalnya kelipatan 4 agar masing siswa mendapat jatah yang sama. Semua anggota kelompok saling mengecek jawaban teman lainnya dan saling memberi bantuan jika diperlukan.

Tahap 3: tes individu

Setelah mengerjakan soal secara bersama-sama, kini saatnya mereka mengerjakan soal yang sama secara individu. Disini mereka benar-benar harus mengerjakan secara individu tanpa bantuan teman lain. Peran guru sangat besar dalam mengawasi siswa, sebab penilaian nanti bukan hanya sejauh mana ia sanggup menyelesaikan soal itu, tapi juga sejauh mana mereka tidak mencontek (bekerja secara mandiri).

Tahap 4: penilaian berbasis kelompok

Guru merekap skor masing-masing anggota dan menghitung rata-rata, sehingga menjadi nilai kelompok. Penghargaan diberikan kepada kelompok dengan rata-rata nilai paling tinggi. Penghargaan individu juga bisa diberikan khusus pada siswa yang mendapat skor tertinggi.

Dengan menggunakan metode TAI, setidaknya ada 3 poin yang perlu ditekankan:
  1. Akuntabilitas individu, dimana siswa diuji kejujurannya saat mengerjakan tugas secara individu.
  2. Kesempatan sukses bersama, tidak ada yang mendominasi sebab masing siswa mendapat jatah mengerjakan soal dengan jumlah yang sama.
  3. Saling memotivasi, dimana ada kesempatan saling mambantu jika teman satu kelompok menemui kesulitas.

Itulah penjelasan singkat mengenai model pembelajaran Team Assisted Instruction (TAI). Meski matematika menjadi materi yang paling cocok, materi lain sebenarnya juga bisa selama berbentuk penalaran bukan hafalan. Dan bisa juga dijadikan variasi mengajar untuk semua jenjang mulai SD, SMP maupun SMA.

Artikel Terkait: