Tips Praktis Belajar Calistung yang Menyenangkan + Tidak Membebani Anak

Baca tulis hitung atau yang biasa disingkat CALISTUNG dipelajari di tingkat TK (Taman Kanak-kanak). Selain calistung, hal pokok lain yang dipelajari adalah pembentukan karakter, terutama karakter kemandirian.

Saat ini masih ada silang pendapat mengenai boleh tidaknya calistung diajarkan pada anak TK. Beberapa penelitian menyimpulkan anak usia TK dinilai masih terlalu dini untuk mempelajari huruf dan angka.

Anda setuju?

Terlepas dari itu, faktanya hampir semua TK tetap mengajarkan calistung. Kenapa? Alasannya karena tuntutan orang tua ingin anaknya menguasai sedini mungkin. Selain itu, nanti kalau sudah di SD anak akan sangat butuh kemampuan dasar ini. Guru kelas 1 yang paling merasa terbantu jika siswa baru sudah lancar membaca, menulis, dan menghitung.

Lalu bagaimana menyikapinya?

Solusinya, ajarkan calistung secara tidak langsung. Mengenalkan huruf dan angka dilakukan dengan permainan menarik dan menyenangkan. Belajar tanpa membuat anak terbebani dan tidak merasa kalau dia belajar, tapi layaknya bermain sebagaimana dunia anak kecil.

Nah, berikut ini beberapa tips mengajar calistung yang menyenangkan dan tidak membebani anak.

1. Gunakan alat-alat peraga permainan

Usia 4 sampai 6 tahun masuk pada fase operasional konkret. Mereka hanya belajar dari  apa yang mereka lihat dan alami secara langsung. Belajar dengan mendengarkan ceramah dari guru bukan hanya menyulitkan, tapi tidak bermakna apa-apa bagi anak.

Alat peraga yang bisa dipakai misalnya gambar, balok angka dan huruf. Penggunaan alat peraga ini kemudian dibimbing melalui permainan kreatif.

2. Metode berkelompok dengan lagu

Menyanyi bersama teman satu kelas adalah aktivitas yang paling disukai anak TK. Guru perlu kreatif menciptakan lagu untuk mempercepat anak menghafal huruf dan angka. Jika kesulitan, ya harus aktif mencari di internet.

Pilih lagu yang simpel dan mudah dihafal. Lagu yang tidak bertele-tele dan langsung mengarah pada tujuan pembelajaran sangat mudah kita temukan.

3. Kedekatan guru dengan siswa

Kunci agar anak mau menampilkan bakatnya adalah kedekatan guru dengan siswa. Semakin dekat hubungan emosional keduanya, anak tidak akan terbebani dan menyenangi kegiatan belajar. Untuk itu, guru TK perlu berusaha menjadi figur yang disayangi siswa dan menyenangkan bagi mereka.

Ketiga tips di atas berlaku secara umum untuk semua sekolah jenjang TK. Tidak menutup kemungkinan ada cara lain yang lebih khusus mengajarkan calistung yang menyenangkan, seperti memanfaatkan laboratorium atau taman sebagai sumber belajar. Ada lagi yang menggunakan game edukatif secara online. Yang seperti ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh sekolah yang memiliki fasilitas lengkap.

Sekian tips kali ini mengenai cara belajar calistung bagi anak usia TK. Kesimpulannya, guru tidak perlu grogi mendengar wacana larangan belajar calistung di TK. Sebab, kemampuan ini menjadi bekal berharga anak saat di SD kelak. Yang penting kita mengajarkannya dalam suasana yang menyenangkan tanpa merenggut dunia bermain anak.

Artikel Terkait: