Pengalaman Saya Diterima Adsense Lewat Blog Kerempeng Ini

Saat ini dunia blogging telah bermetamorfosa menjadi ladang bisnis. Kalau jeli, banyak “lahan” di dunia maya yang bisa dijadikan sumber penghasilan. Salah satu yang paling populer adalah menjadi Publisher Adsense.

Saya rasa tidak perlu panjang lebar menjelaskan seluk beluk situs periklanan raksasa ini. Anda pasti sudah tahu.

Banyak orang bilang tidak lengkap menulis di blog jika belum berhasil diterima adsense. Mendaftar adsense ibarat OSPEK/OPAK bagi mahasiswa. Kita dipelonco dulu dan dinilai apakah tulisan-tulisan kita layak atau tidak untuk “diuangkan”.

Alhamdulillah, saya telah melewati masa-masa tegang nan mendebarkan itu. Meski butuh waktu yang tak sedikit, rasa bangga muncul saat iseng membuka email berisi persetujuan sebagai publisher adsense full approved.

Nah kawan, kalau kalian membaca pengalaman orang yang sudah diterima adsense, pasti akan menjumpai tips dan saran yang berbeda-beda. Tak sedikit pula yang bertolak belakang. Bikin kepala tambah pusing.

“Ikut saran yang manaaaa???”

Karena alasan ini pula saya tidak berani memakai judul “Cara Agar Blog Diterima Adsense”, atau bahkan lebih bombastis, “Trik Ampuh Mendaftar Adsense 100% Diterima”.

Tidak. Saya lebih suka menceritakan pengalaman saja. Sekali lagi karena masing orang punya cerita yang berbeda.

3 Kali Ditolak, Keempat Baru Diterima


Bukan prestasi membanggakan sebenarnya. Karena saya dipaksa gigit jari dulu sebanyak 3 kali oleh balasan “Konten Tidak Memadai”. Usia blog waktu ditolak berturut-turut 3 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Saat hendak mendaftar untuk keempat kali, sempat tergoda untuk membuat email baru untuk dipakai mendaftar. Saran ini banyak diungkap oleh blogger di forum-forum dan banyak yang mengaku berhasil.

Niat itu akhirnya saya urungkan,

Saya pikir kalau penyebabnya “konten tidak memadai”, berarti tidak ada yang salah dengan blog dan email saya. Hanya perlu memperbanyak tulisan dan meningkatkan kualitasnya. Lain lagi kalau penyebabnya “Situs tidak sesuai kebijakan Google” atau “Navigasi Sulit”.

Akhirnya saya tetap setia pada email kesayangan.

Bagaimana dengan template?

Saat ditolak, saya selalu memakai template bawaan blogger. Ini pun karena waktu saya baca-baca, banyak yang mengatakan template bawaan blogger lebih mudah diterima.

Meski mata saya sendiri sepet melihatnya, saya coba paksakan memakai template bawaan ini. Dan akhirnya sayapun menyerah. Saya hanya berpikir kalau saya sendiri tidak suka tampilannya, apa mungkin pembacanya suka?

Berhenti memakai template bawaan blogger juga disebabkan karena saya ingin berhenti utak-atik template. Saya harus segera mencari template yang enak dipandang pembaca, lalu fokus menulis bikin artikel! Titik.

Kondisi Blog Saat Diterima Adsense


Entah judul sub-bab apa yang tepat. Mungkin lebih tepat “spesifikasi blog” atau “fiture blog”. Entahlah. Intinya saya akan menceritakan apa-apa di dalam blog saya saat diterima adsense. Mulai dari widget, jumlah artikel dan lain-lainnya.

Sebelum dimulai, saya ingatkan lagi bahwa masing-masing publisher punya kisah masing-masing. Namun saya sangat bersyukur seandainya anda terinspirasi dari cerita ini dan menjadi jalan untuk mengikuti jejak diterima adsense full approved.

1.  Template/Theme

Entah angin apa yang membawa saya ke situs bungfrangki.com. Padahal template karya Alfrangki Ibrahim yang dia kumpulkan di situs ThemeIndie.com ini bukanlah template yang paling saya suka sebelumnya.

Namun saat scroll ke bawah, saya menemukan template yang bersih dan simpel. Template ini memenuhi harapan saya untuk membuat tampilan blog yang enak dipandang mata: Mostheme Mini.

2. Label/kategori

Banyak yang bilang hindari menampilkan label/kategori pada menu sebab mengandung url seperti ini: http://bloganda.com/search/label/LABEL-ANDA.

Apakah anda peduli dengan saran itu. Saya termasuk yang peduli. Kenapa?

Setahu saya menu yang mengandung  url di atas menyumbang loading blog yang cukup berat. Itu pendapat saya. Mungkin ada alasan lain kenapa banyak yang melarangnya.

Untuk itu saya menggunakan menu label yang url-nya langsung mengarah page/halaman. Ahh daripada ribet saya jelaskan (soalnya saya juga kurang paham), langsung saja ke blog masternya http://www.kompiajaib.com/2016/04/recent-post-by-label-untuk-mengganti.html

3. Menu kontak, sitemap, privasi, disclaimer

Sudah pasti anda tahu menu-menu ini wajib ada. Saya juga memasangnya. Menu kontak cukup pakai yang kirim email saja, dan sitemap buat yang paling sederhana agar ringan. Sedangkan privasi dan disclaimer bisa dibuat secara online.

4. Tidak boleh ada widget link keluar pada sidebar.

Saya memasangnya. Selain widget facebook, saya juga pakai DMCA Protected. Untuk histats sengaja saya copot karena sadar sangat memberatkan blog.

Ada alasan tersendiri untuk ini. Menurut saya artikel yang dibagikan di fanspage adalah bentuk promosi artikel yang wajar, berbeda dengan share ke grup-grup yang cenderung spam. Sedangkan untuk DMCA, saya kira juga bagus karena melindungi konten kita dari copy paste orang tak bertanggungjawab.

Jadi tidak ada alasan membuang 2 widget bermanfaat ini.

5. Google search

Menu pencarian di blog saya ubah menjadi google search. Artinya setiap ada pengunjung yang mengetikkan kata di pencarian, mereka akan dibawa dulu ke pencarian google.

Tidak ada alasan khusus untuk hal ini. Saya hanya ingin memperbanyak jumlah pengunjung organik dari mesin pencari google. Itu saja.

Sumber: http://www.kompiajaib.com/2017/03/solusi-mudah-untuk-search-box-blog-amp.html

6. Menghilangkan tanggal posting di hasil pencarian google.

Semakin lama apa yang bagikan semakin ngawur dan mungkin tak ada kaitan sama sekali dengan diterima adsense. Tapi sekali ini, inilah yang saya lakukan.

Menurut saya, tiadanya tanggal posting saat orang mencari artikel di google membuat artikel kita terliihat selalu fresh dan tidak terkesan basi/kadaluarsa. Orang tidak tahu kapan tulisan itu diposting.

Berangkat dari pengalaman pribadi, saya sendiri jarang mengklik judul tulisan yang disitu nongol  tanggal yang sudah cukup lama. Apalagi jika ada artikel serupa yang diposting dengan tanggal lebih baru.

Jalan tengahnya, ya dihilangkan saja.

7. Usia blog dan jumlah artikel

Usia blog saat diterima mendekati 1 tahun dengan jumlah artikel 78 (saat mendaftar) dan 89 (saat diterima). Waktu menunggu review kedua genap 2 minggu. Seluruh artikel lolos copyscape.

Sepertinya cuma itu yang pokok. Apalagi lainnya, sepertinya sudah tidak ada.

Oh ya, saya juga tidak tahu apakah ada dan tidaknya artikel yang nongkrong di page one google juga berpengaruh diterima adsense. Soalnya sewaktu ditolak, jumlah artikel yang berada di halaman pertama nihil.

Sedangkan saat mendaftar untuk keempat kali dan diterima, sudah ada yang duduk manis di halaman satu dan menjadi penyuplai pengunjung terbesar dibanding artikel lain. Salam.

Artikel Terkait: