Pilih PGSD atau PGMI?

Begitu lulus SMA, biasanya kamu memilih kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Dengan berkuliah di jurusan yang sesuai passion, harapannya ketika kuliah bisa terus semangat dan tidak ada kendala yang berarti sampai lulus.

Nah bagi kamu yang kelak ingin terjun di dunia pendidikan (menjadi guru), maka pilihannya adalah menempuh kuliah fakultas pendidikan. Tak sulit menemukan fakultas pendidikan, sebab ada di hampir seluruh kampus besar di  Indonesia. Yang sulit mungkin memilih jurusan yang kamu impikan. Seperti Pendidikan Matematika, Fisika, Geografi, Olahraga, dan sebagainya.

Namun kalau kamu tertarik untuk mengajar di sekolah dasar (SD), atau lebih tepatnya menjadi guru SD, maka jurusan paling tepat untuk diambil adalah PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Jurusan ini akan fokus menggembleng kamu tentang seluk beluk menjadi guru SD. Apakah hanya PGSD? Tidak. Adalagi, namanya PGMI. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Sesuai namanya, PGSD di bawah naungan Kemenristek Dikti menyiapkan guru kelas SD. Sedangkan PGMI di bawah naungan Kemenag menyiapkan guru kelas MI (lembaga setingkat SD). Namun itu teori saja. Faktanya, banyak juga alumni PGSD yang mengajar di MI, begitupun sebaliknya.

Meski berijazah PGSD, banyak yang memperoleh sertifikasi di bawah satminkal MI. Sementara itu, pada penerimaan CPNS 2014 lalu, beberapa pemerintah daerah juga memberi kesempatan alumni PGMI untuk formasi guru kelas SD.

Artinya, status keduanya sebenarnya sama.

Baca juga: Prospek Cerah Jurusan PAUD

Pilih PGSD atau PGMI?


Tentang memilih jurusan apakah PGSD atau PGMI, masih banyak anggapan yang keliru. Seperti kalau nanti jadi guru SD, kamu lebih mudah jadi PNS (lewat jalur honorer). Atau kalau jadi guru MI, lebih cepat sertifikasi. Kalau mengacunya kondisi saat ini, ada benarnya juga. Faktanya seperti itu.

Namun bukan jaminan ke depan akan tetap seperti itu. Kita tahu peraturan cepat berganti. Begitu ganti pemerintah hampir dipastikan ada regulasi baru. Jadi kalau memilih jurusan kuliah hanya mendambakan kemudahan setelah lulus, sama saja merencanakan kegagalan.

Lebih baik memikirkan mudah dan sulitnya proses perkuliahan kamu nanti. Kalau sejak kecil memang menempuh sekolah agama, seperti MTs dan Madrasah Aliyah, jangan ragu memilih jurusan PGMI. Dengan memilih jalur linear, tidak akan banyak perbedaan suasana pembelajaran yang kamu rasakan. Beda kalau sejak kecil di sekolah umum, langsung saja memilih jurusan PGSD. Ini juga akan mempercepat adaptasi pada suasana perkuliahan.

Bagaimana dengan status kampus? Apakah harus memilih kampus besar?

Tak bisa dipungkiri, kuliah di kampus ternama adalah dambaan semua lulusan SMA. Namun sekali lagi itu juga bukan jaminan. Lebih baik sesuaikan dengan kemampuan, jarak, biaya, dan sebagainya. Keberhasilan tergantung bagaimana menjalani proses kuliah, bukan status PT-nya. Kalaupun kuliah di kampus besar tapi sering tak lulus mata kuliah bahkan wisudanya molor, ya muspro. Lebih baik di kampus biasa-biasa saja asalkan dijalani serius. Minimal jurusan dengan akreditasi B sudah cukup.

Jadi kalau ada yang bilang PGSD itu lebih baik dari PGMI, atau sebaliknya, cobalah tidak terlalu dipikirkan. Kembalikan pada passion dan minat kamu dimana kamu kelak ingin mengabdi. Itu saja sudah cukup.

Artikel Terkait: