ATP Bahasa Jawa Fase A, B, C (Kelas I-VI SD)
Pembelajaran bahasa daerah (khususnya bahasa Jawa dan Madura) dalam Kurikulum Merdeka di Provinsi Jawa Timur memiliki karakteristik dan tujuan yang berfokus pada pelestarian budaya serta pembentukan karakter siswa.
Mata Pelajaran Bahasa Jawa memiliki karakteristik spesifik yang membedakannya dengan mata pelajaran lain, yaitu berbasis literasi (kemampuan reseptif: menyimak, membaca, dan memirsa; kemampuan produktif: berbicara, mempresentasikan, dan menulis), pemanfaatan teks multimoda, pengembangan karakter dan berbasis kearifan lokal.
Pada jenjang SD, pembelajaran Bahasa Jawa berfokus pada pengenalan dasar dan lingkungan terdekat. Pada tahap awal, siswa belajar melafalkan bunyi huruf, nama anggota tubuh, dan kata kerja dalam ragam ngoko dan krama. Materi yang digunakan sangat dekat dengan dunia anak, seperti dongeng (cerita rakyat), tembang dolanan, dan instruksi lisan sederhana terkait keluarga dan sekolah.
Tujuannya agar siswa mampu berkomunikasi dengan santun kepada teman sebaya dan orang yang lebih tua, serta menikmati karya sastra untuk memperhalus budi pekerti.
ATP Bahasa Jawa Fase A (Kelas 1-2 SD)
Pada Fase A (Kelas 1-2), alur tujuan pembelajaran (ATP) dimulai dari keterampilan yang paling konkret dan mendasar, yaitu kesiapan fisik menulis, pengenalan bunyi, kosakata tentang anggota tubuh, dan kata-kata sehari-hari. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk memahami instruksi, percakapan, dongeng, dan tembang yang didengar.
Setelah memiliki kemampuan reseptif, siswa belajar menggunakan bahasa secara lisan, dimulai dari aturan umum kesantunan berbahasa, penggunaan volume dan intonasi, kemudian keterampilan khusus berupa bertanya, menjawab, menanggapi, menyampaikan gagasan, dan menceritakan kembali.
Pada tahap akhir, siswa menghasilkan teks tertulis. Urutannya dimulai dari teks yang dekat dengan benda dan pengalaman konkret, yaitu teks deskripsi dan rekon, kemudian meningkat menuju teks narasi, prosedur, dan eksposisi yang membutuhkan kemampuan berpikir serta pengorganisasian gagasan yang lebih kompleks.
ATP Bahasa Jawa Fase B (Kelas 3-4 SD)
Pada Bahasa Jawa Fase B (Kelas 3–4) ATP disusun dengan prinsip:
Konkret ke abstrak: dimulai dari pengalaman sehari-hari, kosakata, teks sederhana, menuju pemahaman simbol bahasa (aksara Jawa/carakan Madhurâ) dan produksi teks.
Deduktif: dimulai dari pemahaman umum menuju rincian unsur bahasa.
Mudah ke sulit: dimulai dari keterampilan reseptif (menyimak dan membaca) menuju keterampilan produktif (berbicara dan menulis).
Tahap awal menekankan pemahaman bahasa dalam konteks nyata (pesan lisan, informasi sehari-hari, kosakata). Tahap tengah mengembangkan kemampuan memahami dan menggunakan bahasa melalui dongeng, puisi, diskusi, unggah-ungguh basa, dan basa rinengga. Dan tahap akhir mengarah pada kemampuan simbolik dan produktif, yaitu membaca-menulis aksara Jawa serta menghasilkan berbagai jenis teks tertulis.
ATP Bahasa Jawa Fase C (Kelas 5-6 SD)
Pada Fase C, ATP diorganisasikan melalui beberapa tahapan. Tahap awal membangun kemampuan memahami informasi konkret (fakta, prosedur, kosakata, objek, dan isi teks). Tahap pengembangan mengarah pada kemampuan berpikir tingkat lebih tinggi seperti menemukan ide pokok, nilai, makna kias, dan unsur budaya dalam teks. Tahap lanjutan mengembangkan kemampuan berkomunikasi kreatif melalui presentasi, prosa, puisi, tembang, serta keterampilan simbolik membaca dan menulis aksara Jawa.
Demikian yang bisa saya bagikan kali ini berkaitan dengan ATP Bahasa Jawa Fase A, B, C (Kelas I-VI SD). Semoga bermanfaat.

0Komentar
Tuliskan komentar anda disini. No SARA please..!!!