Langsung ke konten utama
TUr0GpA7GfWoBUM0BSWpTSO9GY==

Headline

Search

ATP Koding dan Kecerdasan Artifisial Fase D (Kelas VII, VIII, IX)

atp koding dan ka fase d

Mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan pendalaman dari ilmu komputer (computer science) yang bersifat holistik, di mana kompetensi teknis diintegrasikan dengan pengembangan karakter murid.

Pada jenjang SMP (Fase D), fokus diberikan pada praktik mendalam berpikir komputasional dan literasi digital tingkat dasar. Pembelajaran dapat dilakukan secara internet-based, plugged (dengan perangkat), maupun unplugged (tanpa perangkat digital). Adapun materi dapat dikaitkan dengan situasi sehari-hari dan permasalahan nyata di masyarakat.

Berdasarkan Buku Panduan Mata Pelajaran Koding dan KA, materi esensial didistribusikan secara berjenjang dari kelas VII hingga IX. Secara ringkas, materi jenjang SMP disajikan pada table berikut:

Elemen Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi Kelas IX
Berpikir Komputasional Pengelolaan data dan pemecahan masalah sederhana. Pengolahan dan penyajian data lebih luas, langkah sistematis. Teknologi pengolah data, solusi masalah kompleks, pemrograman dasar.
Literasi Digital Konsep konten digital, ide cerita, aplikasi slide dan infografis. Aplikasi audio/video, teknik editing dan storytelling, etika dan hak cipta. Produksi konten kompleks/inovatif, editing lanjutan, evaluasi kualitas.
Literasi dan Etika KA Etika KA, konsep dan risiko KA Generatif. KA sebagai alat bantu, sensor mesin vs manusia. Kualitas dan keamanan data, analisis artefak KA.
Pemanfaatan KA Pengenalan perangkat KA sederhana dan input bermakna. Data latih, analisis fitur KA pada platform tertentu. Pemanfaatan KA di berbagai bidang dan pengembangan konten dengan KA.

Materi yang ditekankan sebagai sangat esensial untuk didalami lebih lanjut di Fase D adalah Pemecahan Masalah Sederhana dalam Situasi Kehidupan, Aspek Etika dan Hak Cipta, serta Etika Penggunaan Kecerdasan Artifisial. Strategi yang disarankan untuk materi ini termasuk pembelajaran berbasis masalah dan metode unplugged menggunakan media sederhana seperti sticky notes atau papan tulis.

Untuk menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dilakukan melalui beberapa pendekatan berikut:

1. Dekomposisi CP Menjadi Tujuan Pembelajaran (TP)

CP yang luas dipecah menjadi butir-butir Tujuan Pembelajaran yang lebih spesifik dan operasional. Sebagai contoh, pada elemen Berpikir Komputasional, CP yang mencakup pengelolaan data dan instruksi diturunkan menjadi 9 TP yang mencakup pemahaman konsep hingga penerapan teknologi pengolahan data yang kompleks.

Pada elemen Literasi Digital, CP produksi konten diturunkan menjadi 13 TP yang mendetailkan jenis media (audio, video, slide) hingga aspek etika dan strategi diseminasi.

2. Pengurutan Berdasarkan Jenjang Kelas (Scaffolding)

Pengurutan ATP yang linear dan bertahap dari Kelas VII hingga Kelas IX untuk memastikan kesinambungan kompetensi:

Pada Kelas VII (Dasar) fokus pada pemahaman konsep awal dan penggunaan perangkat sederhana. Contohnya, memahami pengelolaan data di masyarakat dan menggunakan perangkat KA sederhana.

Pada Kelas VIII (Menengah) fokus pada pengembangan keterampilan dan penerapan sistematis. Contohnya, menerapkan langkah sistematis pemecahan masalah dan teknik storytelling digital.

Pada Kelas IX (Lanjutan) fokus pada solusi kompleks, inovasi, dan analisis kritis. Contohnya, pengembangan solusi efektif untuk masalah kompleks dan analisis artefak KA untuk mendeteksi deepfake.

3. Peningkatan Kompleksitas Materi

Penurunan CP ke TP dengan meningkatkan tingkat kesulitan kognitif dan teknis di setiap elemen:

Seperti contoh pada elemen Berpikir Komputasional, dimulai dari "pemecahan masalah sederhana" (Kelas VII) menjadi "penyusunan instruksi kompleks" (Kelas VIII) dan berakhir pada "penulisan instruksi terstruktur menggunakan pemrograman dasar" (Kelas IX).

Pada elemen Literasi Digital, dimulai dari produksi konten dasar seperti "slide dan infografik" (Kelas VII) berlanjut ke "audio dan video" (Kelas VIII), hingga "produksi konten kompleks dan inovatif" (Kelas IX).

4. Perluasan Konteks dan Lingkup

ATP disusun dengan memperluas konteks penerapan ilmu dari lingkungan terdekat ke masyarakat luas:

Seperti contoh pada elemen Literasi dan Etika KA, dimulai dengan memahami etika penggunaan KA dalam "kehidupan sehari-hari" (Kelas VII), berlanjut ke pemahaman "perangkat penginderaan atau sensor" (Kelas VIII), hingga memahami "kualitas data" dan "keamanan data pribadi" secara mendalam (Kelas IX).

Pada elemen Pemanfaatan KA, dimulai dengan memberikan "input bermakna" (Kelas VII) hingga menganalisis "pemanfaatan KA di berbagai bidang kehidupan masyarakat" (Kelas IX).

Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengunduh Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Koding dan Kecerdasan Artifisial Fase D (SMP) bisa melalui tautan di bawah ini:


Demikian yang bisa saya bagikan mengenai contoh ATP Koding dan KA untuk Fase D. Semoga bermanfaat.

ATP Koding dan Kecerdasan Artifisial Fase D (Kelas VII, VIII, IX)
Next Post

0Komentar

© Copyright - Panduan Mengajar. All rights reserved.

Panduan Mengajar