Skip to main content

follow us

Sucikan hati di hari nan fitri. Kami, admin Panduan Mengajar memohon maaf yang sedalam-dalamnya apabila ada tutur kata dalam postingan yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu Guru semua. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin (1 Syawal 1439 H).

×
Dari sekian masalah yang dialami guru, ada satu kesamaan. Semua guru pasti pernah menghadapi situasi kelas dimana siswanya ramai dan ribut tak terkendali. Tak peduli anda mengajar di SMP, SMA, terlebih-lebih di SD, suasana siswa yang gaduh jelas merupakan problem dan tentu saja mengganggu jalannya kegiatan belajar.

Saat mengalami kondisi seperti ini, apa yang Bapak/Ibu Guru lakukan? Masing-masing tentu memiliki pandangan tersendiri tentang cara mengatasi kelas yang ramai saat pembelajaran. Cara yang dipilih biasanya diilhami oleh pengalaman mengajar bertahun-bertahun, lewat membaca buku, browsing, atau sharing dengan teman guru.

Pertanyaannya, apakah cara yang Bapak/Ibu lakukan selama ini sudah efektif. Berikut ini beberapa cara mengkondisikan kegaduhan kelas yang umum dilakukan selama ini:
  1. Menghukum (menyanyi di depan kelas, mengerjakan soal di papan tulis)
  2. Membentak, memarahi, lalu memberi arahan.
  3. Menyuruh keluar kelas, boleh masuk lagi kalau sudah jam berikutnya.
  4. Memasukkan ke ruang BK/Kepala Sekolah (cara yang agak ekstrim…)
  5. Melempar penghapus kayu ke arah siswa (semoga tidak ada lagi guru yang seperti ini…)

Saya tidak akan berdebat tentang bagus atau tidaknya cara-cara di atas. Sekali lagi setiap guru menghadapi siswa yang punya karakter berbeda-beda. Kalau sampai memberi hukuman agak keras sedikit, mungkin karena kelasnya dikuasai anak yang tergolong paling nakal dan bandel. Guru berhak memberi hukuman selama masih dalam kode etik.

Baca juga: Jurus Menghadapi Anak Paling Nakal dan Bandel di Sekolah

Tapi masalahnya adalah: cara seperti di atas memakan waktu yang tak sedikit. Bahasa mudahnya tidak selesai sekali waktu! Kita ambil contoh menghukum siswa yang ribut dengan menyanyi di depan kelas. Berapa banyak waktu tersita cuma untuk mendengarkan anak yang belum tentu suaranya bagus itu.

Siswa ribut saja sudah menyita waktu belajar, ditambah guru memberi hukuman malah semakin banyak waktu dihabiskan untuk mengurusi hal sepele ini.

Inilah alasan mengapa skill mengkondisikan kelas dengan cepat sangat diperlukan. Tujuannya agar irama pembelajaran yang anda mainkan tidak terganggu oleh ulah segelintir anak, entah menjelaskan materi, diskusi kelas, atau lainnya.

Tidak sampai 5 detik, bisa 3 detik bahkan kurang . . .


Cara cepat ini sebenarnya saya dapatkan dari sebuah seminar yang pernah saya ikuti. Kebetulan pemateri (narasumber)nya sangat bagus, memberikan contoh praktis bagaimana memahami dunia siswa. Juga mendemonstrasikan secara langsung trik menghadapi karakter siswa yang beragam.

Saat mendengar kata “cepat dan kurang dari 5 detik” untuk mengkondisikan kelas , apa yang pertama ada di benak anda? Kalau saya sih berpikir itu mustahil, paling-paling arahnya melakukan 2 hal ini:
  1. Berteriak sekeras mungkin di depan siswa sampai diam, atau 
  2. Memukul papan tulis pakai penggaris, juga sekeras-kerasnya.

2 cara itu memang bisa membuat siswa diam, mungkin karena kaget atau ketakutan. Tapi bukan itu yang dimaksud disini. Bukan itu solusinya. Kalau memakai cara itu, tidak perlu ditulis jadi artikel yang panjang lebar. Semua orang juga bisa melakukan itu.

Baca juga: Cara Mengajarkan Disiplin pada Siswa dengan Benar

Solusi yang kita pilih tentu lebih ramah lingkungan…  tidak membuat tenggorokan kering dan bibir pecah-pecah  (sampai suara habis karena capek berteriak)… dan yang utama tidak menghambat jalannya pembelajaran.

Kuncinya ada pada kesepakatan/perjanjian sebelumnya…


Sebenarnya siapapun bisa dengan mudah mengkondisikan kelas dalam tempo cepat. Hanya saja, jangan pernah berpikir kalau hasilnya langsung datang tiba-tiba. Sangat naïf kalau tanpa memberi perlakuan sebelumnya, tiba-tiba mereka langsung menurut begitu saja pada anda dengan segera (kurang dari 5 detik).

Dan, hal pokok pertama adalah membuat perjanjian bersama siswa. Seperti apa perjanjiannya?

Perjanjian/kesepakatan ini sangat bagus dibuat saat awal semester, waktu masuk pertama kali. Lebih mantap lagi dimasukkan dalam peraturan kelas. Namun jika terlanjur belum atau kelupaan, lebih baik segera membikin.

Perjanjian yang dimaksud bisa digambarkan dari ucapan guru berikut ini.

Anak-anak, Ibu memaklumi dan membolehkan kalian berbicara dan ngobrol dengan teman kalian, termasuk saat kegiatan belajar. Tapi Ibu tidak bisa mentolerir kalau sampai di luar kewajaran sampai membuat kelas kita gaduh. Nanti Ibu mau kasih kode kalau sudah saatnya diam dan kembali ke pelajaran. Bagi yang tidak memperhatikan kode dari Ibu, harus menerima konsekuensinya.

Baca juga: 9 Ciri Guru yang Baik dan Disukai Siswa

Biasanya anak-anak tidak akan protes dengan kesepakatan seperti ini. Justru yang menjadi penasaran adalah konsekuensi atau hukuman apa yang akan diterima jika melanggar perjanjian. Disini Bapak/Ibu bisa memberikan tawaran, tapi akan lebih baik jika berasal dari siswa sendiri. Pada intinya semua harus taat pada kesepakatan yang dibuat, dan bagi yang melalaikan kode dari guru harus rela dan otomatis menjalani hukuman tanpa diperintah.

Seperti apa kode peringatan yang menarik?

Hadirin yang berbahagia . . . saatnya kita memasuki segmen contoh-contoh kode/tanda peringatan . Kode ini yang akan anda pakai jika kelas gaduh tak terkendali. Semakin kode itu menarik perhatian, semakin cepat pula kelas terkendali.

Berikut ini contoh kode/tanda yang dimaksud:

1. Isyarat Tangan
Kode paling simpel yaitu memakai isyarat tangan. Hindari isyarat yang biasa-biasa saja seperti menaruh telunjuk tangan kanan di bawah telapak tangan kiri yang tengkurap. Itu sudah biasa, kurang menarik perhatian. Cari yang agak beda, seperti mengganti posisi itu dengan pulpen dan buku.

Atau bisa dengan hitungan mundur menggunakan 3,2,1 menggunakan jari. Dalam hitungan terakhir kelas harus hening tanpa suara. Jadi begitu kelas ribut, segera berdiri dan tunjukkan kode hitung mundur. Jangan lupa, buat kesepakatan penggunaan kode ini sebelumnya.

2. Kalimat sapaan
Ada banyak kalimat sapaan khas guru yang kita kenal, mulai dari yang teksnya pendek sampai yang panjang. Seperti contoh yang cukup banyak digunakan di bawah ini. Jadi begitu kelas ribut, segera panggil mereka, “Haaai”, “Halooo”, “Hai Haaai”, “Halo Halooo”, Hai Hai haloo, dan seterusnya.

3. Memakai lagu
Dengan menggunakan lagu, berarti begitu anda mulai menyanyikan lagu itu, anak-anak harus mengakhiri keributan dan mengikuti lagunya. Seperti lagu pembelajaran berikut:

“Halo kawan…ayo belajar lagi
Tengok kanan tengok kiri, kedipkan mata ting..ting
Sekali lagi ting..ting”

Kesimpulan


Kalau kita sederhakan Trik Cepat Mengkondisikan Siswa yang Ramai di Kelas di atas, sebenarnya hanya ada dua poin. Pertama, buat perjanjian/kesepatan dengan siswa. Kedua, pakai kode peringatan untuk membuat mereka tenang. Tentu saja jika cara itu diterapkan dengan baik, kelas akan terkondisikan bahkan dalam waktu kurang dari 5 detik!

Ada baiknya anda memvariasikan kode peringatan yang menarik perhatian. Ketika satu kode tidak lagi efektif, buat kesepatan baru dengan kode yang baru pula. Dengan begitu, siswa akan lebih sadar bahwa dari hari ke hari mereka harus menunjukkan konsentrasi belajar dibanding membuat keributan yang hanya mengganggu jalannya kegiatan belajar. Demikian, semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar